KampungBerita.id
Nasional Surabaya Teranyar

Amandemen Tak Bisa Selesaikan Masalah, Lily Wahid Minta Pemerintah Kembali ke UUD 1945

Hj Lilly Chodijah Wahid

KAMPUNGBERITA.ID – Sekretariat Bersama Golongan Karya mendorong kembalinya Undang-undang Dasar 1945 sebagai dasar tatanan pemerintahan. Pasalnya, menurut salah satu Deklarator Sekretariat bersama Golongan Karya, Hj Lily Chodijah Wahid, Jumat (20/10), Kondisi bangsa saat ini memerlukan tindakan untuk kembali kepada cita-cita kemerdekaan bangsa.

“Karena hari ini sudah kembali kepada cita-cita kemerdekaan,” terangnya saat hadir di Deklarasi Sekber Golongan Karya di Hotel Mojopahit, Surabaya, kemarin.

Adik kandung Presiden Indonesia ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut mengungkapkan, keprihatinannya, selepas Bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda, saat ini justru masuk pada era penjajahan lain, yang wujudnya diantaranya 70 persen tanah di negara ini sudah dikuasai orang lain.

“Itu yang menjadi alasan kita mendirikan Sekretariat Bersama Golongan Karya,” paparnya.

Dia menambahkan, melihat kondisi bangsa saat ini, pihaknya khawatir pada generasi muda. karena undang-undang hasil amandemen yang dijalankan saat ini jauh dari penyelesaian persoalan yang dihadapi bangsa.

“Di Pasal 33, dulu bumi, air dan sumber daya yang dikuasai untuk rakyat. Sekarang siapapun bisa memiliki,” tutur Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari tersebut.

Lily Wahid menegaskan, jika kembali pada UUD 1945, maka otomatis tatanan pemerintahan juga ikut berubah, dimana MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang bisa menentukan nasib bangsa ke depan.

“Namun mekanismenya memang harus melalui parpol,” paparnya.

Sementara, Ketua umum Sekretariat bersama Golongan Karya, Zulkifli Eko Mei mengungkapkan, alasan pendirian Sekber Golongan Karya adalah untuk mengembalikan jati diri bangsa, yakni kembali ke Demokrasi Pancasila, musyawarah mufakat.

“Bukan seperti sekarang one man one vote seperti sekarang,” tuturnya.
Zulkifli mengatakan, politik saat ini bersifat transaksional, siapa yang memiliki uang bisa maju dalam pemilu. Sementara, mereka yang berkualitas, namun tak memiliki dana justru tak mempunyai kesempatan.

“Demokrasi pancasila gak seperti itu,” katanya

Ia menegaskan, dengan Secretariat Bersama Gol;ongan Karya, pihaknya akan berupaya membangun kesadaran berbangsa bernegara guna mengembalikan jati diri bangsa yakni Pancasila.

“Kita akan bentuk wadah ini hingga ke daerah-daerah,” pungkasnya. KBID-NAK

Related posts

Surabaya jadi Kota Pertama Implementasi Program IdCamp Offline

RedaksiKBID

Cegah Persebaran Virus Corona, Warga Jatim Ikuti Istighotsah Kubro secara Online

RedaksiKBID

Piawai Melakukan Lemparan, AKP Eko Viral di Medsos

RedaksiKBID