KampungBerita.id
Matraman Teranyar

Balita Keracunan Air Ketuban, Badan Kurus, Tangan dan Kaki Kaku

Fajar dalam gendongan neneknya.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Kondisi Ahmad Fajar (4 tahun) putra pasangan Rifai dan Yunita warga Dusun Jatikumpul, Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto diketahui terus memburuk. Dugaan kuat jika tubuh balita ini keracunan air ketuban saat dalam kandungan. Hal ini berdasar dari hasil diagnosa tim medis RSU Dr Soetomo.

Kini berat badan Fajar hanya tinggal 5,5 kilogram setengah dari berat normalnya. Tidak hanya itu kondisi tubuhnya kini terlihat sangat kurus, tangan dan kakinya menjadi kaku.

Dari keterangan Asmiatun neneknya, derita Fajar berawal saat ia dilahirkan. Saat itu tim dokter RSU dr Soetomo Surabaya dibuat gelisah lantaran selama 19 hari Fajar tidak bisa menangis. Bahkan sempat tidak bernafas selama 5 menit ketika lahir ke dunia.“Melihat kondisi tersebut, dokter kemudian memberikan pertolongan hingga Fajar mampu untuk bernapas,” katanya.

Setelah kondisinya mulai normal dan sudah bisa menangis, Fajar kemudian diperkenankan pulang. Awalnya berat badan Fajar normal sekitar 9 kilogram.

Namun massa ini tidak berlangsung lama, gejala penurunan berat badan mulai terlihat. Bahkan belakangan tubuhnya mulai terlihat kurus dan hanya perutnya yang membesar. Ironisnya lagi, tubuh balita ini menjadi kaku dan sulit untuk digerakan. “Ketika lahir kondisinya normal, tangan dan kakinya masih bisa ditekuk namun sekarang menjadi kaku,” terangnya.

Asmiatun mengatakan, kondisi cucunya yang semakin menyedihkan itu diakibatkan karena keracunan air ketuban saat masih berada di rahim ibunya. “Kata dokter, Fajar sudah terlanjur keracunan air ketuban yang berwana keruh,” tambahnya.

Keracunan air ketuban itu rupanya membawa dampak serius dan mengganggu perkembangan syaraf-syaraf organ tubuh Fajar. Gangguan syaraf itulah yang kini menyerang tangan dan kakinya hingga tak bisa digerakkan.

Ibunya rutin kontrol ke Dr. Soetomo untuk memeriksakan kondisi Fajar yang keracunan air ketuban, sebelum akhirnya dia (ibu Fajar) meninggal dunia pada 2016 akibat infeksi paru-paru.

Derita Fajar kian bertambah dan kondisinya semakin memburuk dan memprihatinkan. Sementara itu ayahnya memilih tidak tinggal serumah dengan Fajar.

Beruntung kini Fajar sudah mendapat penanganan tim medis dari RSUD RA Basuki Gedeg. KBID-FFA

Related posts

Walikota Surabaya Beri Apresiasi Insan Pendidikan Berprestasi

RedaksiKBID

Spanduk Pasangan Nanda-Ashanty Hebohkan Warga Malang

RedaksiKBID

Sambangi Ruang Kerja Wawali, Kartar Surabaya Paparkan Program Kerja

RedaksiKBID