Bambang Rela Program Taman Diklaim, Risma Dinilai Lupa Diri

Bambang DH dan Tri Rismaharini.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Air susu dibalas air tuba, istilah tersebut cukup terkenal untuk menggambarkan sesorang yang lupa diri, seseorang yang tidak peduli dengan kebaikan orang lain terhadap dirinya, bahkan seseorang yang sudah berkorban untuk menolong dirinya sekuat tenaga.

Gambaran sikap lupa asal-usul semacam itu nampaknya mulai disematkan kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini setelah Jagad Hari Seno, kader PDIP yang juga kakak kandung Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana berecerita panjang lebar mengenai proses pencalonan Wali Kota Surabaya, Risma sampai menjadi terkenal seperti sekarang ini di Chanel Youtube mili pengacara Soleh.

Dalam wawanacara yang diunggah, Mas Seno, sapaan akrabnya, membeberkan fakta yang mengagetkan semua orang terkait sosok Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Seno secara langsung terlibat dalam pencalonan Risma – Bambang DH pada Pilkada Surabaya 2010 silam.

Namun, setelah menang di Pilkada dan menjabat wali kota, Risma dianggap tidak mempunyai rasa terimakasih kepada PDIP yang menjadi satu-satunya partai yang mengusung dirinya.

“Menurut saya, memang ketika Bu Risma menjadi wali kota adalah milik warga, iya. Tapi paling tidak lah disampaikan terimakasih kepada partai pendukungnya (PDIP) itu,” kata Seno melalui podcast di channel YouTube Cak Sholeh yang diunggah pada Jumat (13/11/2020) lalu.

Padahal, kata Seno, waktu itu PDIP sudah memiliki pasangan calon kuat dari kader partai terbaik, yakni Saleh Mukadar – Bambang DH.

Ia juga menjelaskan bahwa program taman kota yang digaungkan oleh Risma selama 2 periode kepemimpinannya adalah program gagasan dari Bambang DH yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.

“Pada saat itu Pak Bambang DH itu punya program untuk memperbaiki taman. Gerakannya sangat konkrit pada waktu itu,” ungkapnya.

Bambang DH pun rela, program pertamanan gagasanya diklaim menjadi program milik Risma. Hanya untuk sekadar mendongkrak nama Risma.

Sejak itu Risma diangkat Bambang DH masuk ke dalam jajaran Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya. Sebelumnya, Risma menjabat Ketua Bina Program.

Hal tersebut yang menjadi cikal bakal seorang Tri Rismaharini maju di Pilkada Surabaya 2010 berpasangan dengan Bambang DH.

“Bambang DH sangat mendukung. Yang belakangan waktu Mas Bambang DH jadi wakilnya, akhirnya Mas Bambang DH tidak diwongkhe (diorangkan) oleh Bu Risma,” bebernya.

Perjalanan Bambang DH mendampingi Risma di Balai Kota hanya berselang singkat. Bambang DH menyatakan mundur pada pertengahan 2013 karena ditugasi partai maju di Pilgub Jatim 2013. KBID-DJI