KampungBerita.id
Kampung Raya Lakone Surabaya Teranyar

Berbagi Kisah Selama Ibadah Haji, H Arif Fathoni: Sempat Stres, Kepulangan Tertunda Akibat Serangan Rudal Iran ke Qatar

Arif Fathoni ketika menerima kunjungan wartawan Pokja JUDES.@KBIad-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, H Arif Fathoni sepulang dari Makkah mengaku bersyukur masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji dalam kondisi cukup prima.

Alhamdulillah,saya diberi kesempatan menunaikan Rukun Islam kelima ini dalam usia masih muda. Saya doakan teman-teman juga bisa cepat umrah-haji,” ujar dia ketika berbincang dengan rombongan Kelompok Kerja Jurnalis Dewan Surabaya (JUDES) yang dipimpin Inyong Maulana di kediamannya, Rabu (26/6/2025).

Karena yang bersilaturahmi adalah rombongan wartawan, tak heran jika Arif Fathoni ‘ditanggap’ untuk menceritakan pengalamannya selama di Kota Suci Makkah.

Menurut Toni, panggilan Arif Fathoni, di beberapa jalan protokol di Makkah banyak tumbuh pohon, yang orang di sana menamainya ‘Pohon Soekarno’. Dinamakan seperti itu karena pohon tersebut adalah hadiah dari Presiden RI Soekarno kepada Raja Arab Saudi. Pohon tersebut tumbuh subur di sana.

“Di kawasan Mina juga banyak kawasan ruang terbuka yang dipasang rumput sintetis, sehingga nuansa jadi hijau,” jelas dia.

Terkait dampak perang Iran -Israel terhadap para jemaah, khususnya jemaah asal Indonesia di Arab Saudi , politisi Partai Golkar ini mengaku, Senin (23/6/2025), Iran menembakkan puluhan rudal ke pangkalan militer Al-Udeid Amerika Serikat di Qatar, tetangga Arab Saudi. Dampak serangan tersebut, seluruh penerbangan ditutup, sehingga kepulangan jemaah haji dari Indonesia tertunda sehari.

“Penundaan ini
sempat membuat para jemaah stress. Ini karena kami ingin segera kembali ke tanah air bertemu dengan keluarga. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah kondusif,” beber dia.

Toni juga memuji peranan para petugas haji Indonesia di Makkah yang mampu menenangkan suasana serta meredam kegelisahan para jemaah haji.

Di sisi lain, Toni yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya ini ketika bertemu wartawan Pokja JUDES langsung menanyakan kondisi Kota Surabaya.

Yok opo rek kabare Suroboyo, selama aku menunaikan ibadah haji?” tanya dia.

Ada yang nyelethuk, “Sekarang Surabaya menerapkan ‘jam malam’ bagi anak- anak usia pelajar, pak Haji….!”

Menanggapi ini, Toni mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya menerapkan jam malam bagi anak- anak usia pelajar, karena ada manfaat di sana.

Pertama, sebagai upaya preventif, bahwa orang tua menjadi lebih memerhatikan anak- anaknya agar berada di rumah sebelum jam 22.00 WIB.

Kedua, ini bisa digunakan sebagai upaya represif untuk meminimalisasi kenakalan remaja. Karena remaja -remaja yang nakal itu kalau janjian mau tawuran itu kan melalui media sosial, apalagi sekarang kalau mau tawuran mereka menyiapkan berbagai senjata tajam lalu diposting di media sosial, beda dengan anak muda di masa lalu yang hanya memakai batu untuk tawuran.

“Postingan di media sosial itu akan berdampak negative pada anak-anak muda lainnya di berbagai tempat di tanah air. Makanya penerapan jam malam di Kota Surabaya itu bagus,” tegas dia.

Mantan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya ini juga mengapresiasi sanksi sosial yang diterapkan Pemkot Surabaya dengan mengirim remaja nakal yang tertangkap Satpol PP karena melanggar jam malam ke Liponsos untuk melayani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). “Upaya represif itu bisa menjadi dasar hukum untuk itu,” tandas dia.

Lebih jauh, dia menyebut, upaya menangani kenakalan remaja tidak bisa hanya bergantung dari program Pemkot Surabaya saja, tapi juga peran aktif dan kesadaran orang tua sebagai hulunya pendidikan anak.

Apa perlu para remaja nakal ini dibina di barak militer.
“Saya kira tidak perlu. Tapi kalau sudah dua kali, bisa dibina di barak militer,” imbuh dia.

Terkait kebijakan membebaskan para siswa SD dan SMP Surabaya dari beban PR (Pekerjaan Rumah), Toni berharap ada skema penggantinya agar anak- anak tetap fokus pada sekolah. KBID-BE

Related posts

Ribuan Warga Ikuti Sholat Idul Adha di Makodam V/Brawijaya

RedaksiKBID

Jadi Kurir Narkoba, Warga Buduran Dibekuk Polisi

RedaksiKBID

Alvara Research: Gus Ipul-Azwar Anas Raih Tingkat Persetujuan Tertinggi

RedaksiKBID