KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Politik & Pilkada Surabaya Teranyar

Bertekad Memenangkan Pemilu 2024, PKS Surabaya Bidik Pemilih Milenial

Ketua DPD PKS Kota Surabaya,Johari Mustawan.@KBID-2023.

KAMPUNGBERITA.ID- PKS Surabaya bertekad memenangkan Pemilu 2024 dan menambah perolehan kursi di DPRD Kota Surabaya. Pemilih milenial menjadi bidikan PKS untuk meningkatkan perolehan suara.

Hal ini disampaikan Ketua DPD PKS Kota Surabaya, Johari Mustawan saat silaturahmi dan makan malam bareng insan pers di Resto Moji, Varna Culture Hotel, Rabu (18/4/2023) malam.

“Saat ini kita memiliki lima kursi di DPRD Kota Surabaya. Kita ingin pada Pemilu 2024 bertambah menjadi 10 kursi,”ujar dia.

Karena itu, Bang Jo, panggilan Johari Mustawan berharap seluruh komponen struktur, anggota legislatif (aleg), kader, dan relawan PKS se-Surabaya harus bekerja keras untuk mewujudkan target tersebut.

Apalagi, PKS Surabaya bakal kehilangan sejumlah kader terbaiknya karena ditugaskan untuk memperkuat DPRD Jatim dan DPR RI. seperti Reni Astuti dan Ahmad Suyanto yang diproyeksikan ke DPR RI dan Fatkur Rohman ke DPRD Jatim.

Dia mengakui, target 10 kursi ini memang berat, tapi bukan berarti hal yang mustahil ketika Allah SWT berkehendak.

Bang Jo mengaku, dirinya telah mempersiapkan calon pengganti ketiga kader tersebut.”Regenerasi di antaranya PKS tak pernah berhenti, dan kita memiliki stok kader yang Insyaallah mumpuni. Mereka yang kita tugaskan ada yang sudah muncul ke permukaan, tapi juga ada yang belum muncul. Yang belum muncul inilah yang akan kita tampilkan,” ungkap dia.

Dapil 4 Kota Surabaya yang meliputi Kecamatan Wonokromo,Kecamatan Sawahan, Kecamatan Gayungan, Kecamatan Jambangan, dan Kecamatan Sukomanunggal nantinya akan diperkuat Cahyo Siswo Utomo yang akan menggantikan posisi Reni Astuti.

“Harapan saya Mas Cahyo nanti bisa menambah kursi dari dapil 4, menjadi dua kursi,”tandas dia.

Terkait proses pencalegan PKS Kota Surabaya, Bang Jo menuturkan untuk bacaleg DPRD Kota Surabaya sudah disiapkan, bahkan sudah terpenuhi 100 persen. Rinciannya, Dapil 1 (10 orang), Dapil 2 (11 orang), Dapil 3 (10 orang), Dapil 4 (9 orang), dan Dapil 5 (10 orang). Sebagian sudah melengkapi pemberkasan.

“Jadi mereka tidak hanya siap, tapi sudah pemberkasan. Bahkan, sudah membuat catatan keterangan dari kepolisian, surat sehat dan lain lain. Semua itu sudah kita lakukan dan progresnya di atas 80 persen, ” jelas dia.

Dengan kondisi seperti ini, lanjut dia, para bacaleg sudah siap tempur untuk menambah perolehan kursi di DPRD Kota Surabaya. Apalagi keterwakilan perempuan sudah melebihi 30 persen setiap dapilnya.

“Ya, nanti kita akan maksimalkan kolaborasi dengan semua caleg yang ada. Sehingga kolaborasi ini bisa meningkatkan suara PKS untuk memenangkan Pemilu 2024, ” tegas Bang Jo.

Ditanya apa bacaleg tersebut sudah menjadi caleg tetap? Bang Jo membeberkan, jika masalah ini masih dibicarakan di DPP, karena berkaitan dengan strategi pemenangan. Jadi, untuk penetapan sebagai caleg tetap masih menunggu SK DPP.
” Kita sudah diskusi dengan DPD, DPW dan sekarang sedang didiskusikan di tingkat pusat (DPP). Insyaallah usai Lebaran SK-nya akan dikeluarkan oleh DPP,” kata dia.

Lebih jauh, dia, menegaskan, jika saat ini mereka masih calon sementara, sampai ditetapkannya sebagai daftar calon tetap oleh KPU Kota Surabaya. Dengan begitu, tentu masih ada kemungkinan untuk berubah. “Tapi untuk bacaleg DPRD Kota Surabaya ini, bagi kami Insyaallah merupakan calon terbaik, ” tegas dia.

Sementara untuk mendongkrak perolehan suara pada Pemilu 2024, kata Bang Jo, PKS membidik pemilih dari kalangan milenial atau anak muda mengingat pemilik suara dari kalangan milenial di Surabaya cukup besar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, jumlah pemilih milenial (18-30 tahun) di Surabaya ada 800 ribu lebih.
“Kalangan milenial ini adalah ceruk yang kita bidik. Juga konstituen yang selama ini loyal kepada PKS. Jadi kita benar benar serius. PKS ini partainya anak muda,” tegas dia.

Menanggapi isu pemilihan terbuka atau tertutup pada Pemilu 2024, Bang Jo menegaskan, bagi PKS ini adalah bagian dari sebuah sistem konstitusional yang harus dihormati. Tentunya, ini sebagai tantangan tersendiri bagi partai-partai yang ada di Surabaya, tidak hanya PKS.

“Insyaallah kami tetap siap, baik terbuka, tertutup maupun semi tertutup. Karena apa?Lantaran PKS berjuang untuk masyarakat, bukan sekadar untuk partai. PKS hadir untuk bisa memberikan dukungan pembangunan di Kota Surabaya ini, “pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Ning Ita Teken MoU dengan Bekraf untuk Tingkatkan Ekonomi Kreatif Kota Mojokerto

RedaksiKBID

Terkait UMK, Gubernur Jatim Minta Pemda Tak Buat Aturan Sendiri

RedaksiKBID

Meninggal Dunia, Dua Pasien Covid-19 di Sidoarjo Dimakamkan

RedaksiKBID