Apresiasi Pemasangan Wastafel untuk Cegah Covid-19, Komisi C Minta Penempatan Dievaluasi

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Pemasangan wastafel atau tempat cuci tangan oleh Pemkot Surabaya sebagai langkah pencegahan Covid-19 diapresiasi kalangan dewan. Saat ini, jumlah wastafel portabel sekitar 2.700 unit yang tersebar se-Surabaya.

Di masing-masing cuci tangan ini juga disediakan sabun dan tisu. Pemasangan wastafel portabel itu di tempatkan di sarana publik. Seperti, dibeberapa titik pedestrian, taman, sentra kuliner, pasar, pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Buchori Imron mengapreisasi upaya pemkot mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan terus memperbanyak wastafel portabel. Namub, ada beberapa titik pemasangan fasilitas cuci tangan yang kurang tepat.

Ketua DPC PPP Kota Surabaya ini menyebut tempat cuci tangan di sekitar Jalan Kedung Cowek. Hampir tidak ada masyarakat yang menggunakan cuci tangan tersebut. Atas fakta ini, keberadaan wastafel portbel tersebut tidak efektif.

Menurutnya, seharusnya pemerintah kota memperhatikan dimana letak yang strategis dan memudahkan publik untuk menjangkaunya. Justru, di tempat tertentu yang didatangi banyak orang masih saja kurang optimal. Seperti di Pasar Kapasan. Sebagai jujukan pengunjung tentu di sana membutuhkan cukup banyak sarana protokol kesehatan.

“Jangan sampai yang komunitasnya banyak hanya ditempatkan satu-dua aja. Itu tentu kurang efektif,” ujarnya.

Ketua Komisi C Baktiono menambahkan, terkait dengan protokoler kesehatan yang saat ini pemkot tengah gencar untuk memberikan wastafel diperkampungan itu adalah merupakan inisiatif yang baik untuk mengatasi Covid-19.

“Warga yang khususnya yang sering bergerombol berkerumun dapat memanfaatkan wastafel tersebut untuk membersihkan tangan,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebut untuk sumber air dan sabun warga setempat bisa bergotong-royong. “Kalau sekedar air, warga bisa saling membantu untuk menyalurkan air di tangki-tangki,” ucapnya.

Selain itu, kata Baktiono, warga bisa gotong-royong iuran untuk bisa menyiapkan sabun cair. Harganya masih bisa terjangkau jika seluruh warga bisa membantu gotong royong bersama Pemerintah Kota Surabaya.

Sementara itu, Pemkot Surabaya terus menghimbau supaya masyarakat menaati protokol kesehatan. Seperti rutin mencuci tagan. Apalagi saat ini pemkot terus menambah wastafel portabel di titik-titik tertentu.

“Wastafel portabel yang sudah kita pasang sekitar 2.700 unit,” kata Kepala Bidang Bangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya Iman Krestian.

Menurutnya, secara rutin petugas mengecek wastafel. Baik memastikan air masih tersedia ataupun kondisi tempat itu masih dapat digunakan dengan baik.
“Kalau di wastafel yang ada di jalan pemeliharaannya dari DKRTH. Sementara di masing-masing persil kita upayakan dari sumber airnya dari sekitar,” jelasnya.

Ia menuturkan jumlah pemasangan wastafel portabel ini akan terus bertambah setiap harinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun, karena lokasinya di tempat publik fasilitas ini banyak yang rusak. Bahkan hilang. Penggantian secara berkala juga dilakukan. KBID-PAR