
KAMPUNGBERITA.ID – Puluhan preman Terminal Bungurasih ditangkap Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard M Sinambela membenarkan hasil kerja anggotanya ini.
“Kasus ini bisa dikategorikan sebagai bentuk premanisme terutama kepada penumpang bus di Terminal Bungurasih. Menindak lanjuti laporan masyarakat yang dirugikan,” tutur Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard M Sinambela
Petugas Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membekuk empat anggota komplotan. Yakni, Munikrah (66), Aris (39), Nurul (38) dan Pendik (36). Keempatnya asal Surabaya. Otak dari kejahatan ini adalah Munikrah (66) dan Fahirin (36) merupakan residivis. Dalam kasus yang sama, mereka berdua masuk dalam Daftar pencarian orang (dpo) sejak tahun 2014 dan masih ada satu dpo lagi yang belum tertangkap yang bernama Pendik.
Leo menjelaskan, masing-masing calo berbagi tugas . Ada yang mencari penumpang, ada yang mengantarkan ke sebuah biro perjalanan yang telah disiapkan dan ada yang bertugas membuat kupon pembayaran dengan nominal jauh lebih tinggi daripada ketentuan pemerintah.
“Target korban biasanya penumpang yang akan ke luar kota itu dilihat dari tas besar yang mereka bawa. Kemudian diarahkan ke sebuah biro perjalanan, disana ada yang telah menulis bukti pembayaran sebesar 395 ribu rupiah dan ada tanda lunas dibayar,” ujarnya.
Meski penumpang komplain atas tarif yang dikenakan, uang untuk membayar tetap dirampas komplotan. Kuitansi pembayaran (kupon) yang telah ditunjukkan sebagai bukti lunas juga diminta kembali oleh calo. Alhasil, saat berada di atas kendaraan, korban tetap diminta petugas resmi membayar tarif perjalanan.
“Korban ini komplain membayar sampai Rp 400 ribu an ditarik secara paksa. Kemudian yang bersangkutan setelah bayar dikasih kupon ini. dan kupon ini diambil kembali, diatas masih ditarik lagi,” lanjut Leo.
Beberapa barang bukti antara lain, sejumlah uang tunai, kupon pembayaran dan beberapa identitas sebuah biro perjalanan disita polisi untuk kepentingan pemeriksaan.
Pihaknya menegaskan akan mengusut kasus ini yang kemungkinan masih banyak terdapat komplotan serupa. Termasuk, kemungkinan keterlibatan orang dalam biro perjalanan.KBID-NAK
