BPIPI Bertekad Kembalikan Geliat Industri Alas Kaki dan Kulit Nasional

KAMPUNGBERITA.ID – Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) industri alas kaki dan kulit tengah berupaya mengembalikan geliat industri alas kaki dan kulit nasional.

Salah satunya dengan menggelar diskusi secara virtual yang diikuti pelaku industri maupun pelaku industri ekonomi kreatif melalui aplikasi zoom meeting pada Sabtu (14/11) lalu.

Agenda acara dikemas dalam tema Indonesia Melangkah, ini juga merupakan bagian integrasi dari kampanye nasional yakni, bangga buatan Indonesia. Sebagai peserta acara diikuti, sejumlah pelaku industri alas kaki nusantara, mahasiswa, dan masyakarat umum.

Sementara itu, sebagai narasumber atau pembicara dalam agenda acara BPIPI Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mengajak Owner OK OCE, Sandiaga Uno, Hartono 910, dan Isser James.

Kepala BPIPI, Heru Budi Susanto mengatakan, para narasumber dihadirkan untuk memberikan motivasi, inspirasi, pengetahuan, tips, berbagi aspirasi hingga berdiskusi bersama peserta.

Pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas produk alas kaki dan kulit, agar mampu meningkatkan penjualan pebisnis lokal.

Heru Budi Susanto mencontohkan, dengan memberikan pelatihan setiap tahun. Peserta akan mengikuti sesuai jenjang dan akan naik sampai bisa. “Peserta yang mengikuti itu, akan dibimbing sampai benar-benar bisa,” katanya.

“Kalau untuk mengedukasi masyarakat terhadap penggunaan produk dalam negeri atau anak bangsa kita sering melakukan seminar-seminar. Memberikan edukasi dan pemahaman terkait produk anak negeri,” sambungnya dalam sesi Makers Talk agenda acara kolborasi tersebut, Sabtu (14/11/2020).

Dalam agenda virtual oleh BPIPI Kemenperin itu, diharapkan memberi wawasan pengalaman kepada peserta tentang bagaimana membuka peluang usaha saat ini, ditengah pandemi yang dapat bermanfaat bagi peserta.

Owner OK OCE, Sandiago Uno menegaskan, jika produk dalam negeri akan menjadi peluang di masa pandemi.

Ia mencontohkan, dari cara masyarakat Korea yang selalu menggunakan produk dalam negeri, bahwa ketika masyarakat disana menggunakan produk luar, justru dianggap aneh. Hal tersebut berbeda dengan masyarakat disini, Indonesia.

“Selain kualitas yang perlu ditingkatkan, ada tentunya kita perlu banyak melakukan inovasi, mungkin dengan cara berkolaborasi. Bagaimana, menciptakan produk selain terjangkau, tetapi berkualitas ini yang juga perlu kita lakukan,” ujarnya.

Dirasa, adanya strategi kolaborasi menjadi salah satu pilihan optimis yang dapat memperkuat daya tahan bisnis. Sebagai bagian dari kampanye nasional #BanggaBuatanIndonesia, untuk semakin mendorong penjualan IKM, Kementerian Perindustrian meluncurkan kampanye #SemuanyaAdaDIsini.

Oleh itu, Kemenperin mengajak bersama-sama berkolaborasi menghadapi krisis saat pandemi, dengan melibatkan perajin dan merk lokal #IndonesiaMelangkah, Kemenperin berharap kampanye ini menjadi gerakan bersama industri alas kaki nasional bahu membahu dengan masyarakat untuk semakin mencintai, membeli, dan menggunakan produk lokal kebanggaan anak negeri.

Kampanye tersebut juga bertujuan untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan melahirkan Collaborative Movement, yakni kegiatan saling mendukung untuk nilai sosial sehingga menghasilkan dampak yang besar. KBID-TUR