Hadapi Cuaca Ekstrem, Komisi C DPRD Surabaya Minta Pemkot Perkuat Tanggul Kali Lamong

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Surabaya beberapa hari terakhir harus disikapi serius Pemkot Surabaya. Untuk itu, Komisi C DPRD Surabaya berharap pemkot mengantisipasi akibat buruk adanya angin kencang dan hujan, terutama penguatan tanggul Kali Lamong yang pada tahun sebelumnya sempat jebol dan membanjiri sejumlah wilayah di kawasan tersebut.

Sekadar mengingatkan, pada Mei 2019 tanggul Kali Lamong jebol dan menggenangi delapan RT di Kelurahan Sumberejo. Untuk memastikan hal itu tidak kembali terjadi, Komisi C mengundang Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya untuk membahas persoalan tersebut pada awal Januari 2020.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono mengatakan, saat ini belum ada yang bisa memastikan apakah tanggul tanah dan batu yang dibangun Pemkot Surabaya kuat menahan luapan Kali Lamong. Padahal, kata dia, sungai sepanjang 103 kilometer itu sudah menggenangi wilayah Gresik, Lamongan, dan Mojokerto.

Komisi C, ujar Baktiono, juga menanyakan hasil koordinasi DPUBMP dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

”Kami tunjukkan surat dari BBWS yang dikirim ke pemkot 2015 lalu. Kata mereka sampai sekarang belum dibalas,” ujar Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono kepada pihak dinas yang datang.

Komisi C sudah mendatangi kantor BBWS Bengawan Solo di Surakarta akhir tahun lalu dan rencananya bakal kembali ke BBWS dengan mengajak pejabat DPUBMP.

Baktiono juga menegaskan, pemkot tak harus menunggu BBWS untuk memperbaiki tanggul Kali Lamong. Sebab, Surabaya sudah sering dikecewakan pemerintah pusat. Misalnya dalam hal anggaran pembangunan trem yang batal dikucurkan. Serta pembangunan box culvert diversi Gunungsari yang awalnya didanai APBN, akhirnya harus pakai anggaran APBD.

”Pintu air Petekan juga kewenangan pusat. Tapi, akhirnya pemkot sendiri yang membangun,” cetus politikus PDIP tersebut.

Sementara Sekretaris DPUBMP Awaludin Arief kaget melihat isi surat yang ditunjukan Komisi C. Sebab, pemkot juga sudah bersurat ke BBWS. Bahkan, setiap tahun pemkot menyurati BBWS agar tanggul beton segera dibangun. ”Saya juga punya buktinya. Nanti saya kirim buktinya,” kata dia.

Awaludin mengatakan bahwa pemkot sangat serius menangani Kali Lamong. Alat-alat berat dan operatornya juga jarang pulang untuk memperkuat tanggul tanah. Selain itu, pemkot membuat tanggul beronjong yang terbuat dari batu-batu yang diikat.

Mantan kepala bidang tata bangunan dinas cipta karya dan tata ruang (DCKTR) tersebut menilai tanggul itu tak akan kuat menahan luapan Kali Lamong dalam jangka panjang. Sebab, penahan air tersebut sangat rawan jebol karena erosi. ”Beronjong pun sebenarnya belum cukup kuat. Makanya, kami berharap pusat membangunkan tanggul beton untuk Surabaya,” ujar Awaludin.

Selain membuat tanggul berlapis di sisi utara dan membangun rumah pompa, petugas DPUBMP mempertebal sisi tambak dan boezem yang bersebelahan dengan tanggul.KBID-PAR