Jual Istri untuk Dipakai Threesome, Warga Jombang Ditangkap Polresta Sidoarjo

@KBIDIlustrasi

KAMPUNGBERITA.ID – Polisi lagi-lagi berhasil memongkar praktik penyimpangan seksual. Kali ini, Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo, berhasil meringkus JEG (37). Warga Jombang itu diringkus lantaran menjual istri kepada pria lain untuk diajak berhubungan badan bersama ‘Threesome’. Sebelumnya, di Lamongan juga ditangkap para pelaku yang menjual istrinya untuk ‘dinikmati’ berbarengan dengan lebih dari satu orang.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra mengatakan, penangkapan bapak tiga anak itu bermula dari petugas mendapati postingan pelaku di akun twitternya tentang ajakan Threesome.

“Dalam postingan diakun twitternya, pelaku ini menuliskan ‘Fantasi Threesome cari partner’, kata AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, Jumat (3/4/2020).

Berdasarkan tulisan tersebut dan diketahui bahwa pasutri tersebut janjian dengan seseorang, petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan disalah satu hotel di sidoarjo.

“Kami grebek pada hari Kamis (2/4) di salah satu kamar hotel dan mendapati tiga orang. Satu perempuan dan dua laki-laki. Satu diantara laki-laki itu, suaminya,” terangnya.

Petugas pun melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti diantaranya satu kondom bekas pakai, tiga kondom masih belum terpakai dan uang Rp 600 ribu,” ungkapnya.

Pasutri dan satu orang laki-laki tersebut kemudian di gelandang ke Mapolresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan. Hingga akhirnya petugas menetapkan satu orang yakni JEG sebagai tersangka.

Dihadapan petugas, JEG mengaku sudah empat kali melakukan Threesome. Pertama dan kedua melakukan di Semarang, ketiga di Surabaya dan satu di Sidoarjo. “Selalu di lakukan di hotel,” ungkapnya.

Setiap kali main, JEG mendapatkan uang dari pelanggannya senilai Rp 600 ribu. Meskipun sebelum main, JEG menawarkan antara Rp 500 sampai Rp 1 juta. “Sebelum main, terjadi tawar menawar,” terangnya.

Sementara WT (39), istri JEG kepada polisi mengaku jika dia mau melakukan Threesome itu lantaran ketagihan. “Awalnya malu-malu, kemudian ketagihan. Jadi mereka menganggap ada fantasi tersendiri,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka di jerat Pasal 12 jo Pasal 2 UU No. 21 tahun 2007 tentang human trafficking dan atau Pasal 296 KUHP tentang mempermudah tindakan cabul dan atau Pasal 506 tentang mucikari. “Ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. KBID-TUR