
KAMPUNGBERITA.ID – Polda Jatim terus mencari pelaku pembunuhan Budi Hartanto. Polisi juga memeriksa beberapa saksi, salah satu saksi diketahui berstatus PNS dari Nganjuk.
“Kita sudah periksa itu alibinya ternyata bukan. Walaupun yang bersangkutan seorang laki-laki memang sudah pernah berhubungan dengan korban,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.
Barung mengatakan bahwa PNS tersebut, mengaku tak bertemu dengan Budi di hari korban ditemukan dibuang dalam koper. Namun, Barung mengatakan polisi tak akan mudah percaya dengan kesaksian saksi sebelum menggali barang bukti lebih lanjut.
“Alibinya yang sudah kami periksa pada jam di hari kematian korban ini tidak tersangkut kepada bersangkutan. Tapi tidak menutup kemungkinan akan terus kita gali,” ujarnya
Barung mengatakan status PNS tersebut masih menjadi saksi yang diperiksa di Mapolda Jatim, semalam. Barung menambahkan pihaknya juga telah memulangkan PNS.
“Iya saksi, dibawa ke Polda Jatim dan sudah dipulangkan. Iya dari semalam,” lanjutnya.
Saat ditanya terkait pencarian kepala hingga pelaku, Barung mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan. Selain itu, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik keluar.
“Pencarian potongan tubuh yang lain. Pagi ini Polres Blitar Kota tadi di TKP setengah tujuh tadi sampai saat ini ada hal yang kita gali lagi kemungkinan potongan tubuh akan kita telusuri kembali. Satu hal yang kita temukan yang signifikan yang kita gali. Tapi untuk membuktikan ini kita tunggu labfor hari ini,” terangnya
sedangkan untuk dugaan motif pembunuhan menurut Barung, ada tiga dugaan itu yakni ekonomi, perampokan dan asmara.
“Kalau kemarin Polda Jatim sudah merangkaikan ada beberapa alternatif yang kita lakukan penyelidikan terhadap kematian daripada Alm Budi Hartanto antara lain ekonomi, perampokan dan asmara,” kata Barung di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya.
Namun, kini Barung mengatakan dugaan motifnya semakin mengerucut ke asmara. Barung menambahkan atas hasil pemeriksaan saksi sementara, pihaknya menghilangkan dugaan motif perampokan dan motif ekonomi.
“Sekarang kita kerucutkan kembali dari 14 saksi yang sudah kita periksa kami berkeyakinan bahwa kami menghilangkan motif perampokan atau curasnya dan kami menghilangkan motif ekonomi dari kasus ini. Kita masuk kepada hal yang berkaitan dengan asmara,” lanjut Barung.
Selain itu, Barung masih belum memutuskan. Namun, pihaknya menduga ada orientasi seks yang berbeda pada korban.
“Ada beberapa hal yang harus kita dalami dari penyidik berkaitan dengan orientasi seks yang berbeda dari yang lainnya,” imbuhnya.KBID-SIA
