
KAMPUNGBERITA.ID–
Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara masa bakti 2026-2031 resmi dilantik di Pasar Atom Surabaya, Sabtu (29/6/2026) siang. Dalam pelantikan tersebut, Grace Evi Ekawati terpilih menjadi ketua umum.
Mama Evi, sapaan akrab Evi Ekawati menegaskan, komite akan bekerja dengan cara sederhana. “Langkahnya cuma simpel. Kita ini wadah, kita ini ibu. Kita enggak akan pakai yang ruwet-ruwet,” ujar dia, usai pelantikan.
Dia menyebut keprihatinannya melihat kekayaan budaya Indonesia yang mulai tergerus zaman digital. “Hati saya menangis karena melihat ternyata Indonesia itu kaya budaya. Mereka yang katanya pedalaman, lihat kostumnya, lihat tariannya. Saya takut kalau ini enggak ada yang melestarikan, bagaimana dengan kita di dunia digital yang sekarang sudah marak,” kata Mama Evi.
Karena itu, lanjut dia, untuk jangka pendek, komite akan fokus mendata dan mengumpulkan seluruh perwakilan suku dan etnis di Nusantara. “Seorang ibu akan mencari anaknya sekarang,” tegas dia.
Lebih jauh, Mama Evi yang juga populer di dunia bola basket, saat ini komite telah merangkul sembilan suku/etnis, di antaranya Sumba Timur, Dayak, Maluku, Timor, Flores, Alor, Sabu, dan Rote. Setelah pendataan, masing-masing kelompok akan dibina sesuai dengan ciri khas sukunya. Salah satu perhatian awal akan diarahkan ke NTT yang dinilai “perlu dibantu”.
Selain itu, dia menyebut,
komite juga berkomitmen menjadi rumah bersama lintas keyakinan. Hal ini ditunjukkan dengan doa lintas agama untuk para korban bencana alam yang digelar saat pelantikan. “Kita berharap dengan doa lintas agama itu tercermin bahwa kita tidak hanya bicara Muslim atau Kristen. Kita juga mewadahi Budha, Konghucu, apapun. Selama dia punya Tuhan berarti kita adalah satu,”tandas dia.
Dengan pengalaman sebagai aktivis sosial dan Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI), serta aktif di media sosial, Mama Evi optimistis komite bisa bergerak cepat. “Apalagi Mama Evi ini punya sosmed. Sebelumnya juga ketua basket yang selalu blusukan. Dengan peran ini komite akan menjadi wadah yang mempermudah bagaimana kita bisa berperan untuk Indonesia,” jelas dia.
Mama Evi menutup dengan semangat merintis dari hal kecil. “Kita berangkat dari kita yang kecil ini untuk Indonesia,” ujar dia seraya menambahkan, pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal pelestarian budaya sekaligus penguatan persatuan di tengah keberagaman.

Sementara Pendiri
Komite Pemersatu Suku dan Etnis Nusantara, Donal Ariyanto Davidson Retta yang memimpin langsung pelantikan menegaskan, bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan. Setiap pengurus yang dilantik memiliki tanggung jawab sesuai bidangnya masing-masing di dalam komite. “Kita melakukan prosesi pelantikan dengan masa bakti 2026-2031. Di mana setiap pengurus akan bertanggung jawab dalam bidangnya masing-masing di dalam Komite Pemersatu Suku Etnis Nusantara ini. Bukan hanya jabatannya tetapi tanggung jawabnya dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar David.
Lebih lanjut, dia menyampaikan harapan besar kepada pengurus baru. Dia meminta para pengurus menjadi contoh dan teladan di tengah masyarakat.
“Pengurusnya ini akan menjadi contoh, teladannya dan masa baktinya. Karena ini pertama kali di Indonesia Komite Pemersatu Suku Etnis Nusantara ini,”tandas dia.
Menurut David, kehadiran komite ini menjadi tonggak awal upaya menyatukan keberagaman suku dan etnis di Indonesia dalam satu wadah yang fokus pada persatuan dan pengabdian. KBID-BE
