KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Proyek Fisik Harus Tuntas 15 Desember, Komisi C Pelototi Box Culvert yang Belum Kelar

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati.@KBID-2022.

KAMPUNGBERITA.ID-Menjelang tutup tahun 2022, sejumlah proyek fisik di Surabaya berupa saluran air atau pemasangan box culvert masih terus dikebut pengerjaannya.

Hal ini menjadi perhatian serius DPRD Kota Surabaya. Bahkan, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati mendesak pengerjaan box culvert di 55 titik harus tuntas pada 15 Desember 2022.

Dia mengaku, saat ini pihaknya terus mengawal, titik mana saja progresnya belum selesai.
“Sesuai target saat kontrak,15 Desember harus kelar,” tegas Aning.

Dia mengatakan, pengerjaan box culvert di sejumlah titik terus dikebut untuk mencapai angka 95 persen. Walau serapan anggarannya masih 50 persen, namun secara fisik pembangunannya sudah 70 persen.

Untuk itu, politisi PKS ini menyatakan, pihaknya akan terus melakukan monitoring serta berkomunikasi dengan dinas PU agar proyek – proyek fisik selesai 15 Desember 2022.

Lebih jauh, Aning menjabarkan, Komisi C selalu mengevaluasi terkait pengerjaan box culvert di 55 titik tersebut. Kendati demikian, dirinya belum bisa merinci dimana saja titik yang dimaksud. Hanya saja, dia berjanji akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.

“Yang 70 persen itu sampai di mana dan sebagainya itu, kita harus minta datanya secara detail, ” tandas Aning.

Sementara anggota Komisi C lainnya, Sukadar menuturkan, pengerjaan box culvert dibeberapa titik sudah tuntas, seperti di daerah pemilihan (dapil) IV. Namun, di lokasi lain, proyek tersebut ada yang ditolak warga, juga tidak selesai atau mangkrak.”Tetapi prosentasenya kecil, tidak ngefek,” jelas dia.

Mangkraknya proyek tersebut, menurut politisi PDIP ini, pemborong atau kontraktor mengkalkulasi akan mengalami kerugian, kurang bonafit dan elit.

Seharusnya beber Sukadar, jika ikut tender itu benar-benar harus sudah siap, utamanya finansial sebagai penunjang lancarnya pelaksanaan.

“Karena box culvert pabrikan, butuh dana membelinya,” tandas dia.

Ketika wanprestasi, Sukadar menegaskan, DPR selaku fungsi controlling, tentunya mendesak dinas terkait agar kontraktor tersebut tidak dipakai lagi di Surabaya.

“Kontraktor yang wanprestasi tolong dibuang, tidak usah dipakai, “tegas dia.

Dia menyatakan, proyek box culvert yang mangkrak tidak bisa dilanjutkan. Saat ini juga, langsung dilakukan pemotongan. Mengingat kontraknya, adendum sudah habis, serta masuk masa denda.”Kalau diteruskan malah tidak karu-karuan, dikerjakan asal-asalan,” ungkap dia.

Bahkan, yang mengecewakan, tambah dia, box culvert itu tidak terlihat. Ketika dia meminta didatangkan dalam waktu tiga hari, “Sampai sepekan tidak ada di lokasi.” papar dia.

Lebih jauh, Sukadar menuturkan, pengerjaan box culvert yang mangkrak ada di dua titik. Saat ini, telah dihandle oleh pemkot. Harapannya, proyek tersebut bisa dilanjutkan awal 2023. Walau sebenarnya sudah dikerjakan, “Tapi hanya beberapa meter,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

PDIP Surabaya: Hari Raya Idul Fitri, Momen Kembali ke Kesucian Hati

RedaksiKBID

Kemerdekaan RI ke 77, Wali Kota Mojokerto Beri Santunan Veteran hingga Pelatihan Keterampilan Pada Napi

RedaksiKBID

Sebut GBT Bau Sampah, PNS Dispora Minta Gubernur Tak Ganggu Gelaran Piala Dunia

RedaksiKBID