KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Bursa Kerja Diserbu Peminat, Mbak Reni: Harus Ditingkatkan Frekuensinya

Reni Astuti saat meninjau Bursa Kerja yang digelar di Kantor Disnaker Kota Surabaya

KAMPUNGBERITA.ID – Bursa kerja yang digelar Dins Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya diserbu para pencari kerja. Sejumlah perusahan ikut ambil bagian dalam acara yang digelar di Kantor Disnaker Surabaya, Jl Jemursari Timur II/2 Surabaya tanggal 19-20 April 2018 kemarin.

Tercatat ada sembilan perusahaan menjadi peserta. Mereka berharap bisa menjaring para pekerja-pekerja handal dari kegiatan tersebut.

Kasi Penempatan Disnaker Surabaya, Yuni Cahyawati mengatakan, ada 306 lowongan yang ditawarkan dari 9 perusahaan peserta.

”Ini memang bursa kerja kategori mini sebab hanya diikuti 9 perusahaan, Untuk kategori grand bisa diikuti minim 40 perusahaan dengan jumlah lowongan lebih banyak lagi. Saat bursa kerja kategori grand selalu digelar di luar kantor, pernah di Gedung Organisasi Wanita (GOW) Kalibokor serta Balai Pemuda. Untuk kategori grand biasanya diikuti minimal 3.000 peserta,” terang Yuni.

Dia menjaskan, tiga kali dalam setahun Disnaker selalu mengadakan bursa kerja kategori mini, dan 4 kali dalam setahun untuk kategori grand. Sebagai penyerta kegiatan bursa kerja, kata Yuni, dinasnya selalu mengadakan workshop pengembangan skill kerja.

Workshop yang dikhususkan bagi pencari kerja ber-KTP Surabaya ini menyampaikan materi atau tips mencari pekerjaan sesuai skill, teknik menghadapi wawancara. Kesempatan pelatihan tersebut rencananya digelar 3 Mei 2018 di Kantor Disnaker Surabaya.

Sementara itu, data Disnaker Surabaya menyebut bursa kerja 19-20 April 2018 diikuti 800 pencari kerja yang sebelumnya mendaftar secara online terlebih dulu. Mereka lulusan sarjana dan SLTA. Yang sudah mendaftar mendapatkan nomor barcode untuk registrasi ketika sampai lokasi.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Reni Astuti, S.Si mengapresiasi pelaksanaan bursa kerja oleh Disnaker Surabaya.

“Bursa kerja ini sering digelar Disnaker secara rutin, beberapa kali dalam setahun. Jadi selalu ditunggu pencari kerja. Harapannya program ini bisa mengurangi angka pengangguran terbuka di Surabaya khususnya,” kata Mbak Reni,  sapaan akrab Politisi PKS tersebut.

Mbak Reni juga memuji pelaksanaan bursa kerja yang pendaftarannya secara online dan gratis. “Untuk workshop yang rutin digelar semoga bisa ditingkatkan frekuensinya. Ini penting, terutama bagi mereka yang baru pertamakali melamar kerja,” pesannya.

Selama di Kantor Disnaker Kota Surabaya, Alumni Institut Teknologi sepuluh Nopember (ITS) ini menyempatkann berbincang dengan para pencari kerja. Sebelumnya Reni juga menemui dan membahas program-program seputar dunia kerja dengan Kepala Disnaker Surabaya Dwi Purnomo.

Salah satu pencari kerja, Zainul Mukromin mengapresiasi pelaksanaan bursa kerja yang pendaftarannya secara online. Alumni Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) ini mendapati belum semua perusahaan menerapkan sistem lamaran menggunakan barcode atau soft copy.

“Masih ada yang harus menggunakan surat lamaran hard copy. Kalau semua perusahaan peserta bursa kerja menerapkan sistem barcode pastinya memudahkan dan tinggal scan barcode,” kata warga Dukuhsari, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.KBID-WANI

Related posts

Delapan Nama Jalan Bakal Diubah, Dewan Minta Pemkot Gencarkan Sosialisasi

RedaksiKBID

Percepat Herd Immunity, Polresta Sidoarjo Kembali Buka Gerai Vaksin Presisi untuk Masyarakat

RedaksiKBID

Agustus, KPU Surabaya Verifikasi Administrasi Keanggotaan Parpol

RedaksiKBID