Sukmawati Bandingan Jasa Soekarano dengan Nabi Muhammad SAW, ISNU Jatim: Tak Pantas

Imam Syafii, Wakil Ketua ISNU Jatim.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim mengecam pidato Sukmawati Soekarnoputri yang membandingan jasa Presiden RI Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW dalam proses kemerdekaan Indonesia. Pernyataan tersebut, dipandang ISNU sebagai sikap yang keblinger dan perlu diluruskan.

Wakil Ketua ISNU Jatim, Imam Syafii mengatakan, sangat tidak tepat ketika Sukmawati yang merupakan putri Soekarno membandingan jasa Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW. Sebab, kata dia, Nabi Muhammad benar-benar orang pilihan dan tiada tandingan.

”Janganlah membandingan nabi dengan manusia biasa, Nabi Muhammad adalah manusia istimewa, tidak pantas dibandingan jasanya mencerahkan manusia dengan Soekarno,” kata Anggota Komisi A DPRD Surabaya yang juga mantan jurnalis tersebut.

ISNU, kata dia, berharpa Sukmawati menyadari kekeliruanya dan segera meminta maaf lantaran pernyataanya menyinggung Umat Islam.

”Kedepan jangan mengeluarkan statemen-statemen yang bisa menyinggung golongan tertentu,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar menyayangkan pernyataan SukmawatiSoekarnoputri yang membandingkan antara Soekarno dengan Nabi Muhammad. Kiai Marzuki mengimbau putri proklamator kemerdekaan RI itu untuk mencabut dan meminta maaf pernyataannya yang membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad Saw.

Kiai Marzuki menilai tidak seharusnya Sukmawati membandingkan antara Muhammad Saw dengan Soekarno. Karena Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang sampai hari ini ajaran dan teladannya diyakini dan diikuti oleh milyaran umat Islam di seluruh belahan dunia. Sementara Soekarno manusia biasa yang kemudian diberi anugerah menjadi pemimpin (Presiden RI 1). Jadi derajatnya berbeda, tidak seharusnya diperbandingkan. Sehingga wajar kalau ada yang tersinggung atau merasa dilecehkan.

“Yang bersangkutan (Sukmawati) harus mencabut dan minta maaf, yang kedua aparat harus lebih pro aktif melakukan langkah langkah kebijakan sehingga suasana tetap kondusif,” ucap KH Marzuki Mustamar.

PWNU Jatim, lanjut Kiai Marzuki tidak akan mengambil langkah hukum untuk melaporkan Sukmawati Soekarnoputri jika putri Presiden RI pertama, Soekarno tersebut sudah meminta maaf.

“Nanti ramai lagi dengan orang nasionalis, tidak selesai-selesai. Tidak usah nuntut, apalagi sebesar NU nuntut,” imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Sabillurrosyad, Gasek, Kota Malang ini.

Kiai Marzuki melanjutkan, PWNU Jatim juga meminta saudara Sukmawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk bisa mengarahkan Sukmawati agar bisa lebih menjaga kondusifitas negara. Bila perlu Presiden, Menteri atau bahkan Kapolri dan aparat negara lainnya ikut turun tangan.

“Daripada kasus ini berlarut-larut. Jangan aparat menunggu bergeraknya massa. Mungkin aparat yang level tinggi, ngomong baik-baik sebaiknya bagaimana biar bisa selesai,” harapnya. KBID-NAK