Surabaya Tak Lelah Membantah Data, Gugus Tugas Covid-19 Jatim: Kalau Input 0, Maka yang Muncul 0

dr. Makhyan Jibril dari Gugus Tugas Covid-19 Jatim.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Data Kasus Covid-19 di Jatim terus dipersoalakan khususnya Pemkot Surabaya yang ‘tidak terima’ wilayahnya dikatakan paling banyak memiliki kasus Covid-19 meski transisi new normal sudah berakhir.

Tak mau terus ‘diserang’ dengan tudingan rekayasa data, dr. Makhyan Jibril dari Gugus Tugas Covid-19 Jatim menjelaskan alur publikasi data Gugus Tugas Jatim saat ini sudah sesuai dengan alur dari Kemenkes RI.

Menurutnya, data COVID-19 Jatim dikumpulkan dari laboratorium jejaring yang dijadikan satu ke provinsi kemudian ke PHEOC Kemenkes untuk dilakukan pendataan secara nasional dan verifikasi.

”Data tersebut sudah ada nama laboratorium, nama pasien, domisili pasien dan kab/kota,” kata Jibril.

Jibril menambahkan, data dari PHEOC kemudian dikirimkan ke provinsi dan diteruskan ke kab/kota untuk dilakukan tracing dan verifikasi domisili setiap pagi.

“Jadi harus diingat, provinsi membaginya berpedoman pada keterangan domisili dari PHEOC kemenkes. Setelah tracing dan verifikasi, masing-masing dinkes kab/kota input ke aplikasi COVID-19 Jatim untuk divisualisasikan,” jelas Jibril.

“Selama ini dinas kesehatan kota dan kabupaten lain oke-oke saja dan input tiap jam 4 sore tepat waktu, tidak pernah ada masalah. Selama ini justru kita selalu bersabar menunggu verifikasi dari Surabaya karena kita tahu data dari PHEOC yang domisili Surabaya jumlahnya biasanya ratusan. Alhasil data dari Surabaya seringkali masuk terakhir, yakni jam 6-7 sore. Bahkan seringkali tracing dan verifikasi dari Surabaya belum selesai jam 6-7 sore dalam beberapa hari ini, akhirnya kita sediakan kolom konfirmasi di web untuk kasus yang domisilinya menurut PHEOC di Surabaya, namun masih belum selesai di verifikasi Dinkes Surabaya,” lanjutnya.

Jibril meminta Dinkes Kota Surabaya tidak perlu berpolemik. Karena data yang ada di peta sebaran Gugus Tugas COVID-19 Jatim, ialah data yang diinput sendiri oleh Dinkes Kab/Kota se-Jatim sesuai domisili kasus.

“Username dan password yang pegang adalah staf Dinkes kab/kota masing-masing. Misal mereka input 200 ya keluar 200 hari ini, Misal Surabaya ingin kasusnya hari ini 0, ya mereka input 0 maka hari ini di web juga akan muncul 0. Kita tidak pernah merubah data apapun dari Kabupaten dan kota karena kita menghargai otonomi dan kerja keras mereka,” tegasnya.

“Justru di era pandemi ini transparansi data sangat penting. Data sebaran kab/kota saat ini juga secara transparan dibuka oleh Gugus Tugas Pusat maupun berbagai macam lembaga-lembaga independen seperti KawalCOVID dan LaporCOVID,” katanya. KBID-NAK