KampungBerita.id
Matraman Teranyar

Tolak Relokasi, Pedagang Pasar Kertosono Nganjuk Datangi Dewan

Wakil Ketua II DPRD Nganjuk Ulum Bastomi saat menerima berkas peryataan seluruh pedagang.

KAMPUNGBERITA.ID – Pascakebakaran, sejumlah pedagang Pasar Kertsono menolak rencana relokasi yang akan dilakukan Pemkab Nganjuk dalam waktu dekat. Mereka mendatangi Gedung DPRD Nganjuk guna meminta solusi.

Sebanyak 10 orang perwakilan pedagang diterima langsung oleh Wakil II DPRD Nganjuk Ulum Bastomi. Rapat juga dihadiri anggota DPRD dari KOmisi II, Komisi IV, dan dari Dinas Disperindak serta Bapeda.

Perwakilan koordinator pedagang, Siswanto mengatakan, pada pertemuan tersebut terungkap keluh para pedagang, bahwa mereka tidak ingin direlokasi ke tempat yang baru. “Saya mewakili pedagang yang telah menandatangani kesepakatan, tetap ingin menempati lokasi lahan pasar lama,” kata Siswanto.

Dijelaskan, selain itu dia berpendapat bahwa lokasi yang baru tersebut tidak layak menurut pedagang.
Alasannya, lokasi tersebut tidak strategis, akses jalan sangat jauh dengan jalan utama, dan letaknya
terhimpit dengan dua lairan sungai.

“Saya bersama para pedagang berharap agar tidak ada relokasi dan tetap di lokasi lama,” tandasnya.

Ditambahkan, bahwa pedagang menanyakan bantuan yang akan diberikan kepada para korban yang terdampak berupa santunan sebesar Rp 1 juta. Diharapkan agar bantuan tersebut bisa dibagi secara adil, disesuaikan dengan jualan.

“Saya harap pemberian bantuan tersebut supaya adil biar tidak ada kecemburuan antara pedagang besar dan kecil,” tutur Siswanto.

Wakil Ketua II DPRD Nganjuk Ulum mengatakan, saat ini beberapa masukan yang sudah diterima belum bisa diputuskan, karena permasalahan ini sangat komplek. Perlu pembahasan lintas sektoral dari beberapa komisi.

“Saya akan mempercepat agenda rapat hasil hearing pasar Kertosono, agar segera dilakukan pembahasan,” kata Ulum.

Para pedagang juga meminta agar pemilik kios saat memasuki bangunan yang baru tidak ada lagi pembayaran.

“Apa yang disampaikan para pedagang tidak hanya kita tampung, dan saya harapkan akhir bulan ini sudah ada rumusan pembahasan,” tandasnya.

“saya berharap agar Eksekutif tidak memaksakan kehendak merelokasi pedagang. Saat ini Bupati sudah
berganti yaitu KH Abdul Wachid Badrus. Kalo eksekutif memaksakan kehendak seperti keinginan mantan Bupati Taufiq, jelas akan memperkeruh,” kata Ulum. KBID-NGJ

Related posts

Golkar Dukung Pencalonan Eri Cahyadi, PDI-P: Kami Punya Mekanisme Sendiri

RedaksiKBID

Surabaya Digelontor 120 Unit Bus BTS, Dishub Ajukan 6 Rute

RedaksiKBID

Khofifah Unggah Meme ‘Tuman’, Netizen: Kereen…

RedaksiKBID