
KAMPUNGBERITA.ID-PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) melaksanakan Business Continuity Management System (BCMS) Drill di Terminal Petikemas Surabaya, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kesiapan, keandalan, serta keberlangsungan operasional terminal dalam menghadapi potensi gangguan, khususnya yang berkaitan dengan Sistem Operasi Terminal (SOT).
Pelaksanaan drill BCMS dilakukan melalui simulasi gangguan Sistem Operasi Terminal pada layanan receiving and discharge. Melalui simulasi tersebut, TPS menguji efektivitas tata kelola penanganan kondisi disruptif, mulai dari proses penilaian dampak, mekanisme pengambilan keputusan manajerial, aktivasi Business Continuity Plan (BCP), hingga penerapan prosedur operasional manual sesuai standar yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, drill ini melibatkan seluruh fungsi terkait secara terintegrasi, meliputi operasional lapangan, teknologi informasi, serta unit koordinasi internal. Layanan penerimaan dan pembongkaran petikemas disimulasikan tetap berjalan dengan mengacu pada prosedur operasional manual, pemanfaatan data cadangan, pengaturan area penumpukan alternatif, serta pencatatan transaksi secara manual yang selanjutnya dipulihkan kembali ke dalam sistem setelah kondisi dinyatakan normal.
Senior Vice President (SVP) Operasi Terminal TPS, Didik Kurniawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan drill BCMS merupakan bagian dari penguatan manajemen risiko dan penerapan prinsip keberlanjutan bisnis di lingkungan TPS.
“Pelaksanaan drill BCMS ini bertujuan untuk memastikan seluruh insan TPS memiliki pemahaman yang selaras terhadap peran dan tanggung jawabnya dalam menghadapi potensi gangguan operasional. Dengan kesiapan tersebut, operasional terminal diharapkan dapat tetap berjalan secara aman, tertib dan terkendali, meskipun dihadapkan pada kondisi tidak normal,” ujar dia.
Lebih lanjut, Didik menjelaskan bahwa implementasi BCMS tidak hanya berfokus pada aspek pemulihan sistem, namun juga pada kesinambungan proses bisnis serta efektivitas koordinasi lintas fungsi dan pemangku kepentingan. Dalam skenario drill ini, TPS turut mensimulasikan mekanisme koordinasi dengan pihak eksternal, antara lain Otoritas Pelabuhan, Bea dan Cukai, serta pengguna jasa dan perusahaan pelayaran.
“Kesiapan prosedur operasional manual, proses pemulihan data, serta koordinasi yang solid menjadi faktor kunci dalam memitigasi dampak gangguan. Melalui kegiatan ini, TPS juga melakukan evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan terhadap sistem dan prosedur yang dimiliki,”tandas dia.
Setelah seluruh rangkaian simulasi selesai dilaksanakan, TPS melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan pencapaian Recovery Time Objective (RTO) serta kesesuaian implementasi BCMS dengan kebijakan dan standar keberlanjutan bisnis perusahaan. Melalui pelaksanaan drill BCMS secara berkala, TPS menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan operasional terminal serta mendukung kelancaran arus logistik nasional secara berkelanjutan, sejalan dengan transformasi dan standar layanan yang diterapkan di lingkungan Pelindo Group. KBID-BE
