KampungBerita.id
Kampung Gaya Teranyar

5 Mahasiswa Unibraw Olah Air Sungai jadi Layak Konsumsi di Sidoarjo

Universitas Brawijaya Malang
Mahasiswa Unibraw Malang mengolah air sungai di Dusun Kepetingan agar layak konsumsi.@KBID2021

KAMPUNGBERITA.ID – Menyaksikan kehidupan warga salah satu Dusun terpencil di Kabupaten Sidoarjo, yang berada di tengah area pertambakan. Yakni Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kec. Buduran, Sidoarjo.
Menjadikan Kreativitas lima Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, tergerak untuk membantu mengatasi masalah mereka, terkait krisis air bersih yang layak konsumsi.

Padahal di sekitar tempat tinggal mereka air melimpah, namun kualitas air sungai masih di bawah batas baku mutu air bersih, yang cenderung berwarna keruh dan tergolong payau.

Dusun dengan jumlah warga 338 orang itu, sampai saat ini masih mengandalkan air hujan yang ditampung pada wadah atau bak. Dan jika musim kemarau mereka harus membeli air ke desa terdekat dengan jarak 18 kilometer dari tempat mereka. Akibat dari krisis air bersih itu, beberapa kali warga desa setempat dilanda penyakit diare dan gatal-gatal.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat, yang dinamakan “Go Reter” (Gerakan Optimis Renewable Water) ini. Lima Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang terdiri dari
Rachmad Pratama Fauzi, Arrival Gusthi Adhikara, Husna Atikah, Dina dan Faris Taqqiyuddin.
Bekerjasama dengan Karang Taruna Dusun Kepetingan, Desa Sawohan.
Untuk memanfaatkan atau mengolah air sungai Kedung Peluk, supaya layak konsumsi.

Dengan bimbingan Dosen Universitas Brawijaya Malang, Joko Prasetyo, STP., M.Si. Dalam memanfaatkan air Sungai Kedung Peluk, supaya layak konsumsi, Kelima Mahasiswa tersebut memilih metode “Simple Water Treatment”. Penerapan metode “Simple Water Treatment”, diyakini mampu menjernihkan air, menurunkan kadar logam berat, membunuh sejumlah bakteri yang terkandung dalam air. Dan sekaligus menurunkan zat padat terlarut sehingga menghasilkan air dengan kualitas layak konsumsi.

Lima Mahasiswa yang menamakan dirinya Go Reter itu, menghabiskan waktu satu bulan untuk membangun instalasi air dengan metode “Simple Water Treatment”.

“Sebenarnya tidak sampai satu bulan kita sudah selesai. Namun karena kendala material yang sulit, jadi molor satu bulan,” ujar Arrival Gusthi Adhikara, Kamis (02/09).

Alat yang dibangun oleh Tim Go Reter tersebut, sekarang sudah menghasilkan air bersih yang layak konsumsi untuk warga Dusun Kepetingan. Untuk instalasi itu sendiri, kapasitas produksinya 120 liter per 15 menit.
“Sehari kita produksi atau kita operasikan 6 kali dan menghasilkan 720 liter air untuk kebutuhan air minum warga,” terang Arrival.

Sementara itu, Koordinator Tim Go Reter, Rachmad Pratama Fauzi, menambahkan bahwa Go Reter ini merupakan program pelatihan terpadu dalam mengatasi krisis air bersih di Dusun Kepetingan, Kabupaten Sidoarjo.
“Program ini lebih solutif dengan memberdayakan unsur masyarakat dalam menangani permasalahan krisis air bersih di daerah setempat,” tuturnya.

Dengan adanya kreativitas lima Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang tersebut. Kepala Desa Sawohan, Nurul Munfatik sangat berterimakasih.

“Saya merasa senang ada mahasiswa yang melirik permasalah air di dusun Kepetingan dengan menjalankan program pengadaan air bersih, sehingga saya akan mendukung secara penuh selama berjalannya program ini,” pungkasnya. KBID-TUR

Related posts

Gelar Muktamar Pemikiran, Alumni PMII Deklarasikan Asosiasi Dosen Pergerakan

RedaksiKBID

Matangkan Saksi TPS Untuk Kemenangan MA-Mudjiaman, Partai Golkar Surabaya Gelar TOT

RedaksiKBID

Di Surabaya, Mega Makan Bebek Goreng dan Keliling Kebun Bibit

RedaksiKBID