KampungBerita.id
Kampung Raya Teranyar

Khofifah Sepakat ICMI Beri Pelatihan Mediator Bagi Kades

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berbincang bersama Ketua Umum ICMI Prof Dr Jimmly Asshiddiqie SH di Gedung Negara Grahadi Surabaya. @KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sepakat dengan langkah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang akan memberikan pelatihan mediator bagi para kepala desa (kades) dalam menyelesaikan konflik di wilayahnya.

Menurutnya, dengan memiliki kemampuan mediasi yang baik, kades bisa menyelesaikan masalah di wilayahnya dengan pendekatan yang lebih damai dan win – win sulution. Dengan begitu, jika ada sengketa atas kasus tertentu bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih rumit.

“Brilliant sekali ide pelatihan ini, dan ini sejalan dengan program dalam Nawa Bhakti Satya yaitu Jatim Amanah dan Jatim Harmoni. Dimana dalam Jatim Amanah salah satu programnya yaitu pemberian bantuan hukum bagi masyarakat miskin,” kata Khofifah saat menerima audiensi Ketua Umum ICMI Prof. Dr. Jimmly Asshiddiqie, SH di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (20/7).

Menurutnya, salah satu permasalahan di desa yang perlu mendapat perhatian serius, lanjutnya, adalah soal Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang terkait dengan bantuan pupuk bersubsidi bagi petani. Apalagi sebagian besar masyarakat di desa merupakan petani atau bercocok tanam padi, sehingga masalah ini selalu muncul ketika musim tanam tiba. Ketika kebutuhan jenis pupuk berbeda dengan yang mereka terima maka petani harus beli pupuk agar padinya tumbuh subur produktif.

“Misal ketika petani butuh pupuk urea, mereka malah dapat jenis lain. Bila membeli dari daerah lain takut kena masalah. Jadi bila kadesnya mendapat pelatihan mediasi seperti ini, paling tidak kades bisa memberikan advokasi sekaligus perlindungan terhadap para petani,” jelasnya.

Orang nomor satu di Jatim ini kemudian mengusulkan agar pelatihan mediator bagi kades ini disertai perangkat desa dan Ketua TP PKK desa sehingga mereka bisa menjadi teamwork di desa. Pelaksanaannya difokuskan dulu di satu kabupaten untuk kemudian menjadi pilot project bagi daerah lainnya. Setelah dilatih diharapkan mereka dapat memahami fungsi mediasi ini secara komprehensif sehingga efektif.

“Jadi ilmunya bisa lebih fokus, daerahnya juga lebih fokus dan setelah itu bisa diukur efektivitas, kemauan, dan kemampuannya,” jelas Khofifah.

Sementara Ketua Umum ICMI Prof. Dr. Jimmly Asshiddiqie, SH menyambut baik dukungan Gubernur Jatim dalam program mediator bagi para kades ini. Nantinya, pelatihan mediator ini tidak hanya soal konflik sosial atau hukum di masyarakat, tapi juga mediator kesehatan seperti pasien dengan rumah sakit.

“Rencana kami akan mulai dari Kab. Probolinggo. Harapan kami kades bisa memiliki pengetahuan hukum sehingga penyelesaian melalui mediasi bisa dikedepankan,” katanya. KBID-DAY

Related posts

Komisi B DPRD Surabaya Berharap Penerapan Perwali No 33 Tahun 2020 Tak Rugikan Masyarakat

RedaksiKBID

Tak Segan Laporkan Pelanggaran ke DKPP, KIPP Ingatkan Paslon Taati Aturan Kampanye

RedaksiKBID

Komisi A DPRD Surabaya Minta Pemkot Lakukan Perbaikan Rusunawa Sombo

RedaksiKBID