
KAMPUNGBERITA.ID- Kebun Binatang Surabaya (KBS) adalah kebun binatang tertua di Indonesia yang masih dijaga keasriannya sampai sekarang, meski terletak di tengah kota Surabaya yang panas dan padat penduduk.
Tak bisa dipungkiri, KBS sebagai salah satu sarana hiburan bagi warga Surabaya dan juga luar Surabaya. Harga tiketnya pun cukup murah, hanya Rp 15.000.
Ketika Komisi B DPRD Kota Surabaya melakukan kunjungan ke KBS, beberapa hari lalu, wakil rakyat tersebut disambati oleh Direksi PDTS KBS, soal tarif masuk yang masih murah Rp 15.000.
“Ya, Komisi B sempat dicurhati Direksi PDTS KBS, soal tarif masuk yang masih murah, dibanding taman wisata satwa lainnya, seperti Taman Safari Prigen yang kabarnya mematok tiket Rp 135-200 ribu atau Batu Scret Zoo,” ujar anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, Selasa (3/12/2024).
Karena tiket terlalu murah, lanjut dia, Direksi PDTS KBS jadi ragu untuk penambahan satwa di KBS. Mereka harus berpikir ulang karena setiap penambahan satwa harus menambah cost atau biaya .
“Akhirnya Direksi PDTS KBS belum berani untuk menambah koleksi satwa baru ataupun tukar menukar satwa yang mungkin koleksinya yang belum kita punyai, ” beber dia.
Menurut Yuga, Komisi B menampung semua aspirasi yang disampaikan Direksi PDTS KBS. Menurut dia, untuk menaikkan tiket masuk harus ada feasibility study atau studi kelayakan, berapa harga tiket yang cocok?
“Kami berharap jangan sampai gegara harga tiket dinaikkan, akhirnya wisata rakyat ini jadi terdampak. Karena tiket enggak murah lagi, pengunjung jadi sepi. Makanya harus dilakukan kajian,”tandas dia.
Terkait kondisi KBS saat ini, politisi PSI itu menyebut secara garis besar PDTS KBS sudah on the track. Beberapa tahun lalu, kata Yuga, dirinya menemukan ada semacam vendor kalau buang air langsung ke sungai di KBS.
“Sekarang sudah enggak. Para pedagang juga sudah di klaster-klaster, ada pedagang kering dan pedagang basah,” jelas dia.
Begitu juga soal pengelolaan hewan dan pakan hewan, semua sudah terpenuhi. Tidak ada lagi hewan yang kekurangan makanan.
Terkait kesiapan
PDTS menyambut libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025? Yuga melihat manajemen PDTS KBS sudah siap menyambut pengunjung yang diprediksi bakal membludak. Bahkan, sejumlah acara pun disiapkan, termasuk antisipasi jika terjadi penumpukan pengunjung dan pintu keluar untuk evakuasi.
Selain itu, tenaga kesehatan (nakes) juga sudah disiapkan untuk event menjelang tahun baru tersebut.
PDTS KBS juga berencana menambah wahana- wahana baru, di luar hewan, untuk menghibur pengunjung.
“Untuk liburan Nataru tiket tidak dinaikkan, tetap Rp 15 ribu per orang, “ungkap dia.
Terkait tunnel yang menghubungkan terminal Intermoda Joyoboyo dengan KBS, Yuga mengaku, kemungkinan belum bisa digunakan karena masih ada kendala di pihak kontraktor. “Seperti kemarin menabrak pipa, tapi sudah diatasi,”imbuh dia.

Tapi Yuga ingin awal tahun depan tunnel sudah selesai dan semua parkir terpusat di Terminal Intermoda Joyoboyo. Karena masalah parkir di KBS ini agak ruwet, apalagi jika di Jalan Setail penuh.
“Kalau tunnel sudah selesai, maka di bawah (lorong) nantinya ada UMKM. Dengan begitu, ekonomi warga pun ikut bergerak,”tutur dia.
Sebelumnya, PDTS KBS telah melaunching dua hewan yang jadi koleksi baru KBS. Kedua hewan itu adalah Karakal dan Kapibara.
“Adaptasi kedua hewan koleksi baru KBS ini tak ada masalah karena cuacanya tidak jauh beda dengan negara asalnya, ” beber dia.
Lebih dari itu, Yuga juga menyoroti keberhasilan KBS dalam konservasi komodo. Karena jumlah hewan langka tersebut terus bertambah pesat.
“Kami berharap nanti ada pisah lepas konservasi komodo. Mungkin bisa dikembalikan ke habitatnya lagi, meski susah. Ini yang harus dipikirkan teman-teman direksi PDTS KBS. Ini agar KBS tidak hanya menjadi tempat wisata, tapi juga membuktikan bisa mengobservasi hewan langka tersebut,” tegas dia. KBID-BE

