
KAMPUNGBERITA.ID-Jembatan penghubung utama kawasan tambak di Dusun Fisik, Desa Cemandi, Sedati, Sidoarjo, yang ambruk pada 7 Oktober 2025, sudah diperbaiki oleh Pemkab Sidoarjo. Sehingga jembatan yang menjadi akses vital bagi warga dan wisatawan ini sudah bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
Hanya saja, dari pantauan di lapangan, Rabu (31/12/2025), masih ada pengerjaan pengaspalan, sehingga kendaraan tak bisa leluasa keluar masuk menuju wisata pemancingan. Bahkan, sempat terjadi antrean panjang.
Yang jelas, dengan tuntasnya pembangunan jembatan baru tersebut, perekonomian warga Desa Cemandi kembali menggeliat. “Putusnya jembatan kemarin, sangat menghambat mobilitas warga. Apalagi di sini kan ada kolam pemancingan, warung-warung bakaran ikan, dan pekerja cabut duri yang biasanya dapat rezeki, itu terganggu,” jelas Sumiati, penyedia jasa cabut duri, Rabu (31/12/2025).
Kini dengan selesainya pembangunan jembatan tertua di wilayah Tambak Cemandi tersebut, warga tampak sumringah. Apalagi, pas momen pergantian tahun baru. Mereka yakin pada libur tahun baru, Kamis (1/1/2026), wisatawan yang berkunjung ke wisata kolam pancing bakal membludak. Para penyedia jasa cabut duri pun bakal ikut panen rezeki.
Sumiati mengaku, memasuki pekan terakhir Desember 2025, omzetnya mulai meningkat dibanding hari hari biasa. Bahkan, Sumiati sempat kewalahan menerima jasa cabut duri dari para pelanggannya. Bahkan, Sumiati sampai harus dibantu tiga rekannya. “Ya mudah-mudahan pada libur tahun baru 2026 nanti, omzet kita naik signifikan. Sehingga kami bisa tersenyum,” ungkap dia.
Ditanya dalam sehari bisa melayani berapa kilogram, Sumiati menyebut dirinya tak sempat menghitung. Yang jelas, puluhan kilogram ikan bandeng. Mengingat setiap orang minimal lima ekor yang dicabut dirinya. Para pengunjung atau pemancing ini kan tidak mau repot-repot membersihkan sendiri duri-duri halus ikan bandeng yang dikenal cukup banyak, jika dibanding ikan lainnya. Tak heran, jika pengunjung rela antre memanfaatkan layanan jasa cabut duri. Apalagi per ekornya dipatok harga Rp 3.000. “Ada pengunjung yang tak mau repot-repot. Setelah cabut duri, langsung dibakar.Sehingga mereka pulang sudah bawa ikan bandeng yang siap disantap,” jelas dia.
Selain melayani jasa cabut duri, Sumiati juga jualan sambal untuk bakar ikan yang dipatok dengan harga Rp 20.000 dan juga kerupuk ikan bandeng Rp 30.000.
Sementara salah seorang pengunjung, Andre mengaku jika setiap mancing di Kalanganyar, dirinya dan teman-temannya pasti memanfaatkan jasa cabut duri Mbak Sumiati. “Sudah lama kita langganan cabut duri di sini. Selain murah, pelayanannya juga cepat,” imbuh dia. KBID-BE

