KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Bau IPLT Dikeluhkan Warga, Komisi C Sarankan DSDABM Lakukan Desain Engineering yang Tepat

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan.@KBID-2026.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID – Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan mendapat keluhan dari warga Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, terkait bau ‘tidak seperti biasanya’ di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Keputih yang dioperasikan oleh Pemkot Surabaya. Mendapat laporan tersebut, Eri Irawan langsung sidak ke lokasi, dan memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki dari IPLT yang memiliki kapasitas desain 400 per hari, dengan rata-rata debit masuk saat ini sekitar 137 per hari.

Dengan adanya IPLT Keputih, limbah domestik atau tinja dari permukiman di wilayah Surabaya tidak langsung dibuang ke alam, melainkan diolah terlebih dahulu agar memenuhi standar kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Karena itu,menurut dia, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya harus melakukan desain engineering yang pas agar secara teknis maupun secara operasional baunya bisa dikurangi dan dampaknya ke masyarakat bisa diminimalisir. “Jadi semua limbah tinja yang disedot oleh armada swasta maupun milik Pemkot Surabaya dibuang ke situ (IPLT Keputih, red) kemudian dilakukan pengolahan untuk menjadi pupuk kompos dan segala macamnya,”ungkap dia.

Selain itu, lanjut dia, di situ juga mengolah limbah restoran atau rumah makan yang ada bekas-bekas minyak atau lemak. Kemarin, ketika dilakukan pengurasan, menurut pengakuan warga ada bau yang tercium hingga radius satu kilometer. Makanya, sekali lagi perlu engineering terhadap desain teknis maupun operasional agar dampaknya bisa terkurangi. Selain itu, dia juga mendorong adanya peningkatan kapasitas pengolahannya. Ini penting agar limbah domestik tersebut bisa cepat terurai, dan kemudian dijadikan pupuk kompos yang bisa dimanfaatkan warga dan sekolah-sekolah sekitar untuk memupuk taman-taman.

Di samping itu, pupuk-pupuk tersebut juga diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya untuk perawatan taman-taman yang ada di Kota Surabaya.

Apakah IPLT Keputih itu melibatkan pihak ketiga, Eri Irawan dengan jujur mengakui tidak ada pihak ketiga yang terlibat. Ini full murni Pemkot Surabaya. Hanya saja, memang butuh rekayasa secara teknis maupun operasional agar dampak yang dikeluhkan oleh masyarakat bisa berkurang. Termasuk bila ada pembangunan memang harus hati-hati. Seperti kemarin di situ sedang ada perapian halaman dan ada alat berat, sehingga pasirnya larut di dalam saluran air yang menuju permukiman warga.” Ini yang kemudian oleh warga dicurigai telah terjadi kebocoran dari lumpur tinja. Padahal, ketika keluar dari pengolahan itu seharusnya sudah dalam bentuk air bersih. Makanya, DSDABM dan warga harus ada komunikasi yang baik agar miskomunikasi seperti ini bisa diminimalisir sehingga ke depannya lebih baik lagi,” ungkap Eri Irawan.

Lebih jauh, mantan jurnalis ini menjelaskan, ke depan Pemkot Surabaya harus mempunyai pengelolaan tinja lebih banyak, mengingat dengan pertumbuhan jumlah penduduk Surabaya yang luar biasa, tentu ada aktivitas yang membutuhkan pengolahan lumpur domestik atau tinja. “Pemkot Surabaya sendiri sudah membuka layanan penyedotan lumpur tinja untuk melayani warga dengan tarif atau retribusi relatif murah,” tutur Eri Irawan.

Untuk itu, dia berharap ke depannya ada notifikasi.Artinya, penyedotan limbah tinja di rumah harus diambil atau dilakukan secara periodik yakni tiga tahun sekali misalnya. Tujuannya, agar sirkulasi septic tank itu terjaga. Dengan begitu, bisa mewujudkan iklim yang lebih sehat di seluruh permukiman penduduk di Surabaya,” tegas dia.

Selain di Keputih (Surabaya Timur) apa perlu dibangun IPLT di Surabaya Barat misalnya, Eri Irawan menyebut bisa saja. Hanya saja, IPLT di Keputih masih bisa ditingkatkan kapasitasnya. Tentunya dengan desain yang lebih baik dan teknis operasional yang tertata rapi. “Ini agar tidak menimbulkan dampak ke masyarakat sekitarnya,” pungkas dia. KBID-PAR-BE

Related posts

Hari Pelanggan Nasional 2024, PDAM Surabaya Optimalkan Aplikasi CIS untuk Layanan Mudah dan Cepat

Baud Efendi

Selain jadi Korban PHK, Perempuan Justru Lebih Berdaya secara Ekonomi di Masa Pandemi

RedaksiKBID

Selama Ini Musrenbang Tak Efektif, Program RP 150 Juta per RT Lebih Realistis

RedaksiKBID