KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Dorong Transparansi dan Akuntabilitas, UPN Veteran Jatim Latih Pengelola AMN Kelola Aset Digital

Tim Dosen Prodi Sistem Informasi UPN Veteran Jatim.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Transformasi digital kini tidak lagi menjadi kebutuhan eksklusif dunia industri maupun perusahaan besar. Lingkungan pendidikan, termasuk pengelolaan asrama mahasiswa, juga dituntut beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, agar tata kelola semakin efektif, efisien, dan akuntabel.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang diselenggarakan Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur di Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya, Jumat (12/6/2026).

Menurut Direktur AMN, Dhian Satria, kegiatan yang mengusung tema “Edukasi Digitalisasi Manajemen Aset Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi bagi Pengelola Asrama AMN” ini menjadi langkah awal membangun ekosistem pengelolaan aset berbasis digital yang adaptif terhadap kebutuhan operasional asrama. Program ini digagas oleh tim dosen Program Studi Sistem Informasi UPN “Veteran” Jawa Timur yang terdiri atas Seftin Fitri Ana Wati, Anita Wulansari, Abdul Rezha Efrat Najaf, Anindo Saka Fitri, dan Asif Faroqi.

Sebagai hunian mahasiswa penerima beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya, lanjut Dhian Satria, AMN memiliki beragam fasilitas yang harus dikelola optimal. Mulai dari inventaris kamar, sarana penunjang, hingga berbagai aset operasional yang terus bertambah setiap tahun. “Kompleksitas tersebut menuntut sistem pengelolaan yang lebih modern dan terdigitalisasi,” ungkap dia.

Dia mengatakan, kegiatan abdimas melibatkan langsung Tim SIMANTARA AMN Surabaya yang selama ini bertugas mengembangkan digitalisasi layanan asrama. Tim yang beranggotakan Dhian Satria Yudha Kartika, Faiza Nuril Abshrar, Hasan, Ahmad Bukhari, Fredy, Andhika Kyo Putra, Rofi’i, Sherina Abel, dan Ika Devi, mengikuti diskusi interaktif bersama tim dosen. “Berbagai persoalan aset dibahas mendalam sebagai bahan penyusunan arah pengembangan sistem informasi ke depan,” ungkap dia.

Lebih jauh, Dhian Satria menyebut, materi disampaikan secara sistematis melalui empat tahap. Hal ini agar mudah diimplementasikan oleh pengelola asrama. Pertama, pentingnya transformasi digital dengan mengubah sistem pencatatan konvensional ke sistem informasi yang terintegrasi sehingga data lebih mudah diakses dan diperbarui.

Kedua, tata kelola data aset mulai dari identifikasi, klasifikasi, standardisasi format sebelum migrasi ke sistem digital. Ketiga, pemanfaatan sistem informasi untuk monitoring aset, pencatatan kondisi fisik, riwayat pemeliharaan, dan penyusunan laporan terpusat sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan.

Keempat, pengenalan konsep Smart Asset Management berbasis teknologi modern. Meliputi penggunaan QR Code sebagai identitas digital aset, aplikasi berbasis web maupun mobile, database terpusat, hingga dashboard visual yang mampu menyajikan informasi cepat dan akurat.

Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk pengembangan Sistem Informasi Manajemen Aset Nusantara (SIMANTARA). “Kebutuhan utama yang dipetakan meliputi penyusunan data aset yang terstruktur, sentralisasi data, monitoring berkelanjutan, implementasi QR Code, dan penyajian laporan melalui dashboard,” beber dia.

Sementara anggota tim dosen, Anita Wulansari menyebut, transformasi digital di AMN Surabaya bukan sekadar menyediakan aplikasi baru, melainkan membangun kesiapan sumber daya manusia agar mampu manfaatkan data operasional secara konsisten, akurat, dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut kegiatan pengabdian, lanjut dia, tim dosen merekomendasikan agar pengembangan SIMANTARA dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembenahan tata kelola data, pengembangan fitur monitoring aset, hingga integrasi teknologi identifikasi digital berbasis QR Code.

Selain penguatan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama agar sistem yang dikembangkan benar-benar dapat diimplementasikan secara optimal.

Anita Wulansari menegaskan, sinergi antara perguruan tinggi dan pengelola asrama, diharapkan mampu menjadi fondasi bagi terwujudnya tata kelola aset yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan. “Kolaborasi ini sekaligus menegaskan komitmen UPN “Veteran” Jawa Timur dalam menghadirkan inovasi dan solusi berbasis teknologi informasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Tiga Gedung di Mapolrestabes Surabaya Diresmikan, Kapolda Berharap Pelayanan Lebih Ditingkatkan

RedaksiKBID

Pangdam V/Brawijaya Kunjungan Kerja ke Batalyon 527/BY

RedaksiKBID

Gubernur Jatim Sidak Pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Mojokerto

RedaksiKBID