KampungBerita.id
Kampung Bisnis Kampung Raya Surabaya Teranyar

Daerah Pemasok Kena Wabah PMK, RPH Surabaya Kekurangan Stok Hewan Kurban

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho.@KBID-2022

KAMPUNGBERITA.ID-Merebaknya wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) terhadap hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha, membuat Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya kekurangan stok hewan kurban.

Padahal, menurut Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, RPH mendapat pesanan 65 sapi untuk kurban sekaligus memotong dari takmir masjid dan masyarakat.”Mereka sering menanyakan ketersediaan hewan kurban tersebut,” ujar dia, Senin (13/6/2022).

Fajar mengatakan, stok hewan kurban di Surabaya menjadi langka, kerena beberapa daerah melakukan pengetatan lalu lintas distribusi hewan ternak. Apalagi, hewan ternak yang keluar daerah harus dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. “Ini tidak mudah,” tanda dia.

Untuk itu, Fajar berharap ada solusi untuk persoalan tersebut. “Ini harus kita pikirkan dan carikan solusi secepatnya. Karena menjelang Idul Adha ini, mendatangkanhewan kurban dalam jumlah banyak dalam waktu kurang dari 1 bulan, ini repot,”tandas dia.

Lebih jauh, Fajar menuturkan, sebenarnya sudah ada surat edaran (SE) dari Gubernur Jatim yang memudahkan lalu lintas ternak. Namun fakta di lapangan, daerah tidak mudah mengeluarkan hewan ternak dengan SKKH dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

“Butuh rapat terpadu dan diskresi. kuncinya ada di Dinas Peternakan Jatim yang bisa mengatur lalu lintas ternak. Mungkin bisa berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan keamanan untuk bisa memahami, bahwa kondisi ini Idul Adha bukan kondisi normal. Setelah itu, dilakukan pengetatan lagi tidak apa-apa,” jelas dia.

Lebih lanjut Fajar mengatakan, pihaknya bekerja keras mencari sapi yang sehat dan layak untuk dipotong menjadi hewan kurban. Faktanya sekarang di pasar hewan banyak yang tutup. Lantaran banyak yang mengalami kerugian besar. Sementara daerah- pemasok menjadi daerah wabah PMK. Sehingga stok daerah di luar wabah tinggal sedikit dan menjadi rebutan.

Fajar khawatir jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut dan tak dipikirkan solusinya, maka harga hewan kurban menjadi mahal. Ini terjadi karena stok terbatas, sedangkan permintaan tinggi.

“Kalau ketersediaan hewan terbatas harga akan naik dan lebih mahal. Tahun lalu, kita memenuhi permintaan sekitar 70 ekor sapi kurban dan 180 ekor pemotongan hewan kurban,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Lawan Covid-19, Kelurahan Sidotopo Disiapkan Jadi Kampung Tangguh

RedaksiKBID

Doktor Mukhrojin Terpilih sebagai Ketua MUI Kecamatan Sukolilo

RedaksiKBID

PDIP Tugaskan Adi Sutarwijono Pimpin DPRD Surabaya

RedaksiKBID