
Wakil Bupati H. Pungkasiadi bersama Muspika Kutorejo dan President Commissioner PT. Multi Bintang Tbk Cosmas Batubara saat meresmikan fasilitas biomassa.
KAMPUNGBERITA.ID – Dalam rangka mewujudkan komitmen untuk mendukung pemerintah dalam mentransformasi industri nasional menjadi industri hijau, PT. Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang) sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Industri Consumer Goods, meresmikan fasilitas biomassa di lokasi operasionalnya di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Hadir dalam acara peremian tersebut Wakil Bupati H. Pungkasiadi bersama Muspika Kutorejo.
President Commissioner PT. Multi Bintang Tbk Cosmas Batubara saat di temui menjelaskan bahwa perusahaan Multi Bintang dalam melakukan proses produksinya sangat peduli pada kondisi lingkungan sekitar. Hal ini dibuktikan dengan membangun fasilitas biomassa.
“Ini sebagai bentuk tanggung jawab kita terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” terangnya.
Fasilitas biomassa ini, kata Cosmas, akan menghasilkan energy baru terbarukan (EBT) yang menggatikan penggunaan bahan bakar gas alam. Dengan beralih ke EBT maka emisi CO2 dari operasional brewery Sampangagung dapat berkurang hingga 90 persen atau setara dengan 5 ribu ton karbon dioksida.
Secara teknis dijelaskan, penggunaan biomassa ini akan menggatikan peran gas alam (energi fosil) yang dulunya digunakan sebagai penghasil energi panas dalam proses produksi. Sedangkan untuk penyedia fasilitas biomassa sendiri PT. Multi Bintang menggandeng dan bekerja sama dengan PT Tasma Bio Energi.
Untuk fomula bahan sumber energi baru terbarukan (EBT) ini perusahaan menggunakan 80 persen dari bahan limbah industri pertanian atau limbah sekam padi dan 20 persennya lagi dari bahan limbah industri pengelolahan kayu (limbah cacahan kayu).
Lebih lanjut di sampaikan Supply Chain Director PT Multi Bintang Chew Boon Hee, bahwa peresmian fasilitas ini adalah merupakan sebuah pencapaian yang semakin mendekatkan pihaknya dengan salah satu target kebelanjutan (sustainability) perusahaan yaitu penggunaan 100 persen energi panas hasil dari EBT di tahun 2023 untuk proses operasional. KBID-FFA

