
KAMPUNGBERITA.ID-Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Pemkot Surabaya menggelar Silaturahmi Kebangsaan di Jalan Pahlawan, Jumat (28/10/2022) malam.
Dalam acara itu, Pemkot Surabaya menghadirkan penceramah kondang, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.
Dalam ceramahnya, Gus Miftah yang dikenal blak-blakan ini menyampaikan pesan kepada para pemuda Surabaya.
Salah satu pesan yang dia sampaikan adalah pencegahan radikalisme yang merambah ke para pelajar dan mahasiswa di Jatim. Termasuk Kota Surabaya.
“Saya pernah baca penelitian, 37 persen mahasiswa dan pelajar di Jatim terpapar radikalisme. Padahal Jatim kota santri dengan keberagaman tapi bisa terpapar.
Setelah diselidiki, mereka terpapar dari media sosial (medsos),” ujar dia.
Gus Miftah menjelaskan, radikalisme harus dicegah oleh para pemuda itu sendiri.
Bahkan, Gus Miftah tak segan-segan mengkritik para pemuda masa kini.
Menurut dia, pengaruh medsos hanya membuat anak muda mengejar trending dan viral.
Karena itu, pada momentum Sumpah Pemuda ini, Gus Miftah
mengajak masyarakat, khususnya muda-mudi Kota Surabaya kembali meneladani semangat perjuangan di balik Sumpah Pemuda.
“Semangat sumpah pemuda mengajarkan tidak pernah berhenti belajar perjuangan. Sejarah sumpah pemuda mencatat bahwa Indonesia memiliki pemuda yang dinamis,”ungkap dia.
“Kita harus menjadi pribadi yang optimistis dan terus bergerak. Jangan jadi penonton di negeri sendiri,” pungkas dia.
Sementara Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi Wali Kota dalam sambutannya menyebutkan bahwa kota ini sejak zaman penjajahan sudah menjunjung tinggi harkat martabat manusia tanpa memandang agama, suku, dan budaya.
Karena itu, Eri Cahyadi mengajak seluruh kelompok suku yang ada di Surabaya melakukan Deklarasi Kebangsaan. Isi pesan dalam deklarasi itu adalah menjaga keutuhan NKRI.
“Surabaya dikenal Kota Pahlawan. Yang berjuang adalah seluruh agama dan suku. Maka dari itu kita lakukan deklarasi di depan Tugu Pahlawan,” ucap Eri Cahyadi.
“Kalau Surabaya sebagai Kota Toleransi terus dikumandangkan ke anak cucu kita. Saya yakin Surabaya tidak ada radikalisme dan kekacauan,” pungkas dia.KBID-SS/BE

