KampungBerita.id
Headline Surabaya Teranyar

Jelang Musim Hujan, Bunga Tabebuya Bermekaran di Jalanan Surabaya

Salah satu pohon tabebuya yang bunganya bermekaran. Kondisi serupa terjadi di sejumlah titik di Surabaya.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Sejumlah bunga tabebuya bermekaran di tengah teriknya matahari di Kota Surabaya. Bunga tersebut bermekaran di sejumlah jalan protokol Kota Surabaya hingga menarik pandangan pengguna kendaraan.

Putih, merah muda, ungu dan kuning, menyegarkan mata saat memandangnya. Tabebuya adalah bunga pilihan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sejak 10 tahun silam. Kehadiran tabebuya di Surabaya seolah-olah menghadirkan susana Brasil di dalam kota.

Kasi Ruang Terbuka Hijau Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya, Rochim Yuliadi menyebutkan warga juga bisa menikmati bunga bermekaran di Taman Harmoni Keputih Surabaya.

“Kami sudah membuat taman berbunga, satu blok isinya tabebuya, satu blok isinya bunga cakar naga. Semuanya ada di taman harmoni,” kata Rohim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa 19 November 2019.

Bunga asal Brasil ini disebut-sebut mirip dengan bunga sakura dari Jepang ini paling banyak ditemukan di jalan. Sebab bunga tabebuya yang bermekaran ini berada di titik Surabaya Barat, Pusat, Timur 1, Timur 2, Utara dan Surabaya Selatan.

“Di Surabaya Barat lokasi tabebuya berkembang di KPU, sepanjang jalur pedestrian Mayjend Sungkono, Taman Makam Pahlawan, sepanjang Jalan Adityawarman, Jalan HR Muhammad, Kupang Baru, Sukomanunggal, Jalan Raya Tandes, dan Tanjungsari,” Rochim menguraikan.

Sementara di Surabaya Pusat ada di Jalan Tembaan, Jalan Pasar Kembang, perempatan Kartini dan Raya Darmo, depan Taman Apsari, depan Tugu Pahlawan, Jalan Prof Moestopo, Jalan Kusuma Bangsa, Raya Gubeng, Jalan Sulawesi, Gubeng Pojok, dan Ketabangkali.KBID-DJI

Related posts

Pasar-pasar Ditutup, Mahfudz: Pemkot harus Beri Kompenasai ke Pedagang

RedaksiKBID

Ratna Juwita Bantu Ratusan APD pada Gugus Tugas Covid-19 Tuban

KBIDTuban

Komisi A Minta Pemkot Tindak Tegas Pelaku Usaha Sektor Non Esensial Pelanggar PPKM Darurat

RedaksiKBID