
KAMPUNGBERITA.ID
Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, H. Masduki Toha mengapresiasi pelantikan Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kota Surabaya masa khidmah 2025-2030. Dia menyebut Fatayat sebagai contoh Badan Otonom (Banom) NU yang salihah dan konsisten berkhidmat.
Hal ini disampaikan Masduki Toha saat memberi sambutan pada acara Gema Maulid Nabi Muhammad SAW dan Pelantikan PC Fatayat NU Kota Surabaya di Surabaya Convention Hall, Selasa (22/9/2026) pukul 19.30 WIB. “Selamat dan sukses kepada Fatayat hari ini melaksanakan pelantikan periode 2025-2030. Mudah-mudahan selama lima tahun ke depan khidmat Fatayat, pengabdian Fatayat apa pun bentuk yang dilakukan menjadi contoh dan teladan bagi banom-banom yang ada di Kota Surabaya. Luar biasa,” ujar Masduki Toha.
Dia juga mengaku bangga dengan dedikasi Fatayat selama tiga tahun terakhir mendampingi kegiatan PCNU Surabaya. “Saya dengan Kiai Bari dengan teman-teman merasa sangat bangga sekali. Fatayat ini siap diajak untuk kolaborasi selama 24 jam. Setiap kegiatan Nahdlatul Ulama selama 3 tahun ini Fatayat selalu mendampingi kami. Baik pagi, siang, maupun malam,”ungkap dia.
Masduki Toha menegaskan, semangat pengabdian Fatayat merupakan bukti bahwa organisasi ini adalah Badan Otonom NU yang benar. “Ini bukti bahwa Fatayat ini adalah betul-betul Badan Otonom Nahdlatul Ulama yang salihah. Nanti Insyaallah husnul khatimah,” ucap dia.
Dalam sambutannya, Masduki Toha juga menyoroti fenomena badan otonom yang dinilai tidak sadar lahir dari NU. Untuk itu, dia meminta Fatayat dan banom lain di Surabaya tetap loyal kepada struktur organisasi. “Badan-badan otonom yang ada di Surabaya ini, yang ada di Indonesia ini kalau tidak ada Nahdlatul Ulama, maka saya yakin tidak ada yang namanya Muslimat, tidak ada yang namanya Fatayat, tidak ada yang namanya Ansor, tidak ada namanya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), bahkan tidak ada namanya Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan lain-lain,” tegas dia.
“Kami tegas siapa pun yang melanggar aturan, maka Nahdlatul Ulama akan mengambil sikap untuk selama-lamanya karena bagaimanapun juga kita punya pimpinan PWNU (Jatim) dan PBNU (Pusat),” tambah dia.
Untuk itu, Masduki Toha yang juga mantan anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKB ini berpesan agar akhlak dan keteladanan Fatayat dirasakan hingga tingkat majelis wakil cabang (MWC), ranting, hingga anak ranting. “Sampaikan kepada warga NU, kepada warga Fatayat bahwa tauladan dan teladan Fatayat ini harus betul-betul kita rasakan di tingkat MWC, di tingkat ranting, bahkan di tingkat anak ranting,”tandas dia.
Lebih jauh, Masduki Toha juga mengingatkan pentingnya tiga kesalehan, yakni religius, ekonomi, dan digital. Dia menyoroti maraknya ujaran negatif terhadap NU di media sosial (medsos) pasca muktamar. “Terus terang saja saya minta ada tiga kesalehan yang harus kita sikapi, yakni kesalehan religius, ekonomi, dan digital. Apalagi hari ini pasca muktamar, Nahdlatul Ulama menjadi hujatan dan yang menghujat adalah warga kita sendiri. Kita lihat, kita dengar apa pun yang kita terima kalau itu berita sampah jangan sampai di-share ke yang lain. Biar kondisi Nahdlatul Ulama semakin hari semakin baik,” tutur dia.
Karena itu, dia berharap Fatayat tidak ikut-ikutan dalam framing negatif terhadap NU.”Saya berharap Fatayat yang sudah bagus ini tidak ikut-ikutan untuk zdaripada kegiatan Nahdlatul Ulama,” pungkas dia. KBID-BE

