
KAMPUNGBERITA.ID – Kirab Satu Negeri yang dilakukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor singgah di Balaikota Surabaya, Senin (8/10). Puluhan anggota GP Ansor mengggunakan pakaian berseragam, disambut hangat. Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, para pemuda Ansor telah mengulang sejarah tahun 1945.
Di mana saat itu Ansor juga ikut berjuang untuk melanjutkan kemerdekaan Indonesia.
“Tahun 1945 saat itu ansor berjuang, untuk kelanjutan kemerdekaan negara kita. Nah saat ini Ansor berjuang, menyatukan kembali kita negara kesatuan indonesia. Surabaya berbangga hati karena dulu disinilah lahir salah satu seperti Kiai Wahab Hasbullah sampaikan, sebuab Resolusi Jihad yang dimulai di Surabaya,” katanya Risma.
Risma berharap pemuda Ansor menjadi penerus dari pemersatu bangsa, juga menjaga ciri khas perjuangan terutama mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Abid Umar Faruq, Kordinator Kirab Satu Negeri Wilayah Jawa Timur mengatakan kedatangan mereka di Kota Surabaya, adalah bagian dari rute Kirab Satu Negeri sebagai ibu kota Jawa Timur.
“Kirab Satu Negeri ini bermula dari zona terluar di Timur, Pulau Rote ke NTT, NTB, Bali, lalu ke Jatim (5/10), setelah itu kami lanjutkan kirab 18 Kabupaten Kota di se-Jatim dan berakhir 15 Oktober nanti. Kita ke Surabaya dan bertemu bu Risma karena kota ini jadi Ibu Kota Jawa Timur,” katanya.
Setelah dari Jawa Timur, 16 Oktober 2018 kirab dilanjutkan ke Jawa Tengah, dan bergenti di Pondok Pesantren Sarang, Rembang.
Perjalanan berakhir di Yogyakarta, 26 Oktober 2018 dilanjutkan apel bersama 100 ribu kader Banser se Indonesia.
“Perjalanan kami lakukan untuk mrmbangkitkan krmbali rasa cinta budaya dan persatuan Indonesia. Belajar dari pengalaman lalu, jangan sampai karena Pilkada warga Indonesia jadi terpecah. Rute Kirab Satu Negeri melintasi lima zona terluar Indonesia, mulai Merauke, Papua; Rote, NTT; Miangas, Sulawesi Utara; Nunukan, Kalimatan Utara; Sabang, dan Aceh,” ujarnya. KBID-NAK

