
@KBID-2026.
KAMPUNGBERITA.ID-Kebijakan penertiban PKL oleh Pemkot Surabaya kembali mendapat sorotan. Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, menilai Pemkot terlalu fokus menertibkan PKL Simpang Dukuh tanpa dibarengi solusi relokasi yang jelas.
“Kalau PKL di Jalan Kenari itu jarang sekali dilalui kendaraan. Jadi PKL Simpang Dukuh bukan di badan jalan, melainkan di tepi jalan,” ujar Baktiono Senin (8/6/2026) siang.
Dia menegaskan, penertiban tanpa alternatif tempat hanya akan mematikan ekonomi pedagang kecil. Untuk itu, politisi senior PDI-P ini mendesak Pemkot menyediakan lokasi relokasi yang tidak jauh dari titik semula. “Lokasinya tidak jauh dari situ. Dekat Taman Prestasi, Taman Aspirasi, bahkan dekat WTC seperti PKL Boulevard dulu juga bisa. Ada juga yang direlokasi dekat Panti Angkatan Laut dan buka pagi sampai malam. Perekonomian mereka bisa terangkat,” tandas dia.
Baktiono juga mengkritisi ketidakadilan dalam penertiban. PKL Simpang Dukuh yang berjualan di tepi jalan protes karena PKL Genteng Besar yang berjualan di badan jalan belum tersentuh Satpol PP, ada apa ini?
“PKL Genteng Besar yang berjualan di badan jalan, kenapa kok enggak ditertibkan? Sedangkan PKL yang kecil-kecil kok ditertibkan,” ungkap dia.
Menurut Baktiono, Pemkot harus memberi rasa keadilan dengan menertibkan semua PKL pelanggar sekaligus menyediakan tempat. Dia menilai PKL Genteng Besar punya daya tarik tinggi karena ramai. “Kalau PKL di Simpang Dukuh dipindah ke situ akan laku keras juga,” tandas dia.
Kritik Baktiono ini menambah deretan suara yang menilai Pemkot Surabaya masih lemah dalam menyiapkan skema relokasi sebelum menertibkan PKL. Bahkan kesepakatan DPRD dengan kepala OPD tidak diterapkan di lapangan. Siapkan lahan dulu, baru direlokasi. “Para PKL ini mau kok ditata. Yang penting, ada lahan untuk relokasi,” pungkas dia. KBID-BE

