
KAMPUNGBERITA.ID-Liga Progresif 2025 kelompok umur (KU)-13, KU-15, dan KU-17 yang resmi bergulir di Lapangan Made, Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Sabtu (23/8/2028), sangat berbeda jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kali ini panitia penyelenggara (Panpel) menerapkan digitalisasi berupa ID Card.
Hal ini disampaikan Pelaksana Liga Progresif 2025, Abdullah. Menurut dia, dari tahun ke tahun pelaksanaan Liga Progresif selalu ada peningkatan secara kualitas. Pertama, adanya rekomendasi dari Askot PSSI Surabaya sehingga perangkat panpel dari PSSI. Ini sudah berjalan dua tahun terakhir.
“Kedua, kita sudah menggunakan digitalisasi yakni menerapkan penggunaan ID Card untuk pemain,” ujar Abdullah.
Dia mengatakan, ID Card pemain itu nantinya akan menjadi embrio Single Identity untuk pesepak bola Surabaya. Untuk itu, Abdullah berharap semua yang dilakukan ini bisa diadopsi oleh Askot PSSI Kota Surabaya ataupun PSSI Pusat.

Lantas dia memberikan contoh, ID Card -nya pemain KU-13. Pemain tersebut bisa naik ke atas (KU-15) tanpa melalui seleksi administratif lagi karena memiliki Single Identity ini dan tidak bisa masuk ke klub lain. “Ini bisa jadi embrio untuk melindungi klub dan melindungi peserta dari pencurian umur yang kerap terjadi di berbagai kompetisi kelompok umur. Ini karena sejak awal sudah dilakukan screening, kalau lolos dimasukkan list melalui digitalisasi, lalu keluarlah kartu anggota atau ID Card. Mudah-mudahan tahun depan ada akselerasi lagi,” ungkap dia.
Abdullah yang juga Ketua Umum SSB Mitra Surabaya mengaku bersyukur Liga Progresif yang awalnya nol, kini sudah banyak dilirik stakeholder, baik dari pihak swasta maupun Dispora. “Terima kasih banyak teman-teman dari Dispora, BPJS dan RS Ubaya, termasuk sponsorship. Begitu juga kepada LPMK, Lurah Made dan Polsek Lakarsantri matur suwun,” tandas dia.

Sementara Exco Askot PSSI Surabaya, Syaiful Anwar mengaku jika Liga Progresif edisi ketiga tahun ini perkembangannya luar biasa dan ini berdampak positif bagi kemajuan sepak bola Surabaya.
“Yang pasti perkembangan Liga Progresif ini luar biasa dan bisa menghasilkan bibit-bibit pemain yang bagus. Tim Sepak Bola Kota Surabaya yang juara Porprov Jatim 2025 juga di antaranya hasil dari Liga Progresif,” tegas dia.
Dia menyebut, kemunculan Liga Progresif ini memberikan energi positif untuk kemajuan sepak bola Surabaya yang kian menggeliat.Terbukti animo peserta sangat tinggi, meskipun panpel membatasi jumlah peserta. ” Ya, saya tahu teman-teman klub banyak yang kecewa karena tidak bisa ikut berkompetisi di Liga Progresif ini,” kata dia.
Melihat antusiasme klub-klub(SSB) begitu besar, lanjut dia, mungkin tahun depan panpel akan mempertimbangkan untuk menambah jumlah peserta. Sementara Liga Progresif 2025 untuk KU-13 diikuti 12 klub, KU-15 (12 klub), dan KU-17 (10 klub). Jika jumlah peserta lebih dari itu dikhawatirkan kompetisi tidak selesai-selesai.
Sementara Lurah Made, Widodo Santoso berharap para pemain yang ikut Liga Progresif nantinya ada yang menjadi pemain nasional. Kebetulan Kelurahan Made telah melahirkan pemain nasional, Evan Dimas.” Evan Dimas itu asli arek Made. Mudah-mudah dari Liga Progresif ini muncul pengganti Evan Dimas, ” imbuh dia.

Widodo juga memberi motivasi kepada pemain -pemain muda peserta Liga Progresif agar tidak berkecil hati meski Timnas Indonesia saat ini banyak diperkuat pemain diaspora (keturunan) dari Belanda.
“Kalian tidak kalah bagus. Yang penting semangat dan giat berlatih. Hormati pelatih dan orang tua, Insyaallah akan sukses. Ayo berprestasi untuk Surabaya,”tegas dia
Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) Made, Joko Hadi Supangat, merasa bangga Lapangan Made digunakan kali pertama untuk Liga Progresif III 2025. “Harapan kami semoga ke depannya Lapangan Made ini bisa dipakai untuk kompetisi. Untuk perawatan lapangan kebanggaan warga Kelurahan Made, kita kerja sama dengan Dispora,” ujar dia.
Joko Hadi Supangat juga mohon maaf sebesar-besarnya jika ada fasilitas Lapangan Made yang kurang. “Kami juga mohon arahan dan masukan dari Askot PSSI Surabaya maupun panpel,” pungkas dia. KBID-BE

