
KAMPUNGBERITA.ID-Dramaturgi XVIII garapan mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) akan dipentaskan di Gedung Kesenian Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Senin (9/6/2023) malam.
Drama ini mengusung tema keperempuanan, Dramaturgi XVIII mempersembahkan ‘Bunga Rumah Makan’ karya Utuy Tatang Sontani.
Pentas ini merupakan pementasan drama tahunan guna memenuhi tugas akhir mata kuliah Dramaturgi.
Puji Karyanto SS MHum, dosen pengampu mata kuliah sekaligus produser dalam pementasan ini menjelaskan, eksistensi pertunjukan drama sebagai alat untuk mengangkat budaya tetap terbuka, walaupun ada banyak film dan drama Korea. Karena konsep dan muatan yang ada di dalam ketiga hal tersebut berbeda.
“Keberadaan film di bioskop dan banyaknya drama Korea yang anak muda gandrungi terhadap eksistensi drama itu tidak apple to apple. Masing-masing punya segmentasi yang berbeda,” ujar Puji Karyanto.
“Selain itu, kita tidak boleh memaksa mereka untuk mencintai apa. Intinya mereka punya segmentasi dan publik sendiri. Eksistensi drama masih bisa menunjukkan fungsinya sebagai wahana untuk mengangkat budaya,”imbuh dia
Lebih jauh, Puji Karyanto menerangkan, pemilihan naskah ‘Bunga Rumah Makan’ masih memberikan ruang interpretasi kepada setiap kelompok teater. “Naskah ini masih relevan karena hal-hal yang tampil sangat relevan dengan keadaan saat ini,”tandas dia.
Menurut dia, naskah hanya wahana untuk sampai pada tujuan pementasan. Selain itu, lanjut dia, dalam pementasan selalu bersifat ideologis dan akan berbeda-beda dengan kelompok lainnya.
“Saya berharap ke depannya Dramaturgi ini tidak hanya berhenti sebagai mata kuliah. Tapi juga sebagai tempat bagi teman-teman yang memiliki minat dalam hal drama. Harapan saya Dramaturgi semakin kokoh dan kuat sebagai salah satu ikon dari prodi dan menjadi agenda tahunan FIB,” tutur Puji Karyanto.
Pimpinan Produksi Dramaturgi,
Aalimah Qurrata A’yun mengatakan Dramaturgi XVIII ini merupakan titik balik dari Dramaturgi beberapa tahun sebelumnya yang tidak bisa terlaksana dengan sempurna. Ketidaksempurnaan itu tentu saja bukan karena unsur kesengajaan, melainkan karena pandemi Covid-19 yang menyerang dunia selama dua tahun.

Dalam persiapannya, jelas dia, mahasiswa Basasindo angkatan 2020 memutuskan untuk latihan lima kali dalam sepekan. “Dramaturgi ini adalah mata kuliah, maka pementasan Dramaturgi XVIII saya dan tim mempersiapkan sejak awal semester genap, ” ungkap dia.
Sebagai pimpinan produksi, lanjut A’yun sapaan akrabnya, dirinya berharap Dramaturgi XVIII menjadi pembangkit setelah dalam beberapa tahun terselenggara secara online melalui YouTube. Terlebih, pementasan ini berlangsung di Gedung Kesenian Cak Durasim sebagai representasi panggung drama di Jawa Timur.
“Harapannya, pementasan Dramaturgi XVIII ini mampu mengembalikan momentum yang memorable para alumni Dramaturgi Basasindo. Saya juga berharap pementasan ini dapat meningkatkan nilai kebudayaan yang dewasa ini telah terdistraksi oleh beberapa aspek,” pungkas dia. KBID-BE

