KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Pelajar SMA Labschool Unesa 1 Kunjungi Gedung Dewan, Arif Fathoni: DPR Rumah bagi Calon Generasi Penerus

Siswa-siswi SMA Labschool Unesa 1 Surabaya mengunjungi Gedung DPRD Kota Surabaya dan diterima Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni.@KBiD-2024.

KAMPUNGBERITA.ID-DPRD Kota Surabaya menerima kunjungan siswa-siswi SMA Labschool Unesa 1 Surabaya yang sedang melakukan Outing Class atau pembelajaran luar kelas tentang tugas dan fungsi DPRD Kota Surabaya. Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni di ruang rapat paripurna lantai 3 Gedung DPRD Kota Surabaya, Rabu (13/11/2024).

Dalam pertemuan tersebut, para siswa-siswi SMA Labschool Unesa 1 menanyakan tentang peran dan fungsi DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Toni, panggilan Arif Fathoni menjelaskan panjang lebar tentang tugas pokok fungsi (tupoksi) DPR atau parlemen, termasuk kewajiban setiap anggota DPR agar pandai memberikan narasi.

Menurut dia, parlemen berasal dari bahasa Latin “parliamentum” atau bahasa Perancis “parler” yang berarti untuk berbicara.

“Berbicara itu untuk memperjuangkan, mengakselerasikan kehendak rakyat masuk dalam rencana pembangunan kota,” ujar dia.

Toni yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya juga memberikan pendidikan politik kepada siswa-siswi SMA Labschool Unesa 1,

karena mereka inilah yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa generasi penerus.

“Kami memberikan pendidikan politik tentang makna politik dalam sendi kehidupan manusia.Jadi upaya ini agar anak-anak muda kita tidak menjadi generasi yang apolitik. Karena baik dan buruknya Indonesia ini ditentukan dari baik dan buruknya pengelolaan partai politik (parpol),”tegas dia.

Mantan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya ini juga memberikan pesan menyentuh kepada generasi penerus bangsa ini agar mereka menjadi generasi pelopor yang masuk dalam dunia politik yang membenahi sistem perpolitikan Indonesia. “Sehingga kita bisa menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan generasi unggul yang ia paham tentang proses pengambilan keputusan politik Republik Indonesia, ” terang dia.

Pada pertemuan yang berlangsung gayeng tersebut, juga diwarnai sesi tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan juga luar biasa banyak karena

antusiasme dan nalar kritis
para siswa-siswi SMA Labschool Unesa 1. Yang awalnya hanya dialokasikan enam pertanyaan saja, ternyata membengkak menjadi 12 penanya.

Soal pertanyaan yang menarik, mantan jurnalis ini menjelaskan, rata-rata yang ditanyakan adalah tentang kotak kosong pada Pilkada Surabaya 2024. Bahkan,
juga ditanyakan apa dampaknya kalau kotak kosong memenangkan Pilkada Surabaya 2024.

“Ya, saya sampaikan kalau kotak kosong menang, maka ini menjadi kerugian bagi rakyat Surabaya. Kenapa demikian? Karena Surabaya setahun akan dipimpin oleh Penjabat (Pj) yang tidak memiliki kewenangan yang bersifat otoritatif,” tegas dia.

Selanjutnya juga ditanyakan, kenapa DPR ini selalu dipersepsikan negatif oleh masyarakat? Toni menyampaikan bahwa itu masukan dan kritikan yang bagus buat DPR. Sehingga DPR juga semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat Surabaya. Dengan begitu, persepsi lembaga DPR bisa naik di masa-masa yang akan datang.

Tak kalah menariknya, tambah Toni, mereka juga bertanya kenapa biaya politik di Indonesia begitu mahal dan lain sebagainya.
“Ya, ini masukan yang bagus buat kita. Kita pun sama, kita melihat proses politik kita itu memang terlalu mahal. Jika toh kemudian rekrutmen kepemimpinan di hulunya sudah mahal, maka potensi korupsi menjadi tinggi. Sehingga cita-cita reformasi penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari KKN menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kita semua,” beber Toni.

Untuk itu, dia mengajak anak-anak SMA Labschool Unesa 1 tidak ragu-ragu memberikan saran dan kritikan terhadap perilaku anggota DPRD Kota Surabaya, apakah mereka kemudian berpihak terhadap rakyat ataukah mereka kemudian abai terhadap amanah rakyat.

Toni menjelaskan, di masa digitalisasi informasi seperti ini, saran kritikan itu tidak harus datang secara verbal. “Tetapi bagaimana siswa-siswi SMA Labschool Unesa 1 ini mendayagunakan media sosial (medsos) yang dimiliki untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, baik terhadap DPRD maupun terhadap Pemkot Surabaya,”tutur dia.

Dengan adanya kunjungan siswa-siswi
SMA Labschool Unesa 1 ke gedung wakil rakyat, Toni berharap semakin banyak SMA-SMA di Kota Surabaya yang melakukan studi luar seperti ini, karena ini bagian dari upayanya untuk meningkatkan kesadaran berpolitik generasi muda.

Monggo kalau ada lembaga pendidikan yang ingin berkunjung Gedung DPRD Kota Surabaya. Kami terbuka. Setiap ada surat masuk pasti kita akan tindaklanjuti dan DPR menjadi rumah bagi calon generasi penerus,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Beresiko Tinggi Karena Usia 60 Tahun Lebih, JCH Dapat Pengawasan Khusus

RedaksiKBID

Jelang Perayaan Imlek, Setiap Sudut Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Dihias

RedaksiKBID

98 Kiai dan Tokoh NU Jawa Timur Menerima Vaksinasi Covid-19

RedaksiKBID