KampungBerita.id
Kampung Gaya Kampung Raya Peristiwa Surabaya Teranyar

Pentas Seni dan Budaya Pedukuhan Banjar Melati, John Thamrun: Budaya Asli Wajib Dipertahankan

Ketua PAC PDIP Kecamatan Lakarsantri John Thamrun bersama para peserta lomba fashion pada pentas seni dan budaya di Pedukuhan Banjar Melati.@KBID-2022

KAMPUNGBERITA. ID-Kawasan Surabaya Barat adalah merupakan sebuah kawasan yang masih ada budaya asli Kota Surabaya.

Karena itu, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Pedukuhan Banjar Melati RW 3, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri menggelar Pentas Seni dan Budaya di halaman SDN 2 Jeruk, Sabtu (12/11/2022) malam.

Pentas Seni dan Budaya dengan tema “Merawat Semangat Pahlawan dalam Bingkai Kearifan Lokal” yang diselenggarakan oleh Forum Pelestari Budaya Galuh Jinawi, Karang Taruna RW 3 Banjar Melati itu menyuguhkan penampilan seni barongsai, reog, seni tari, baca puisi, seni drama, fashion show nuansa budaya, seni lukis dan ditutup dengan jalan sehat pada Minggu (13/11/2022) pagi.

Ketua PAC PDI-P Kecamatan Lakarsantri, Dr John Thamrun SH, MH mengatakan, pagelaran seni budaya ini untuk mempertahankan seni tradisional dan adat istiadat di wilayah Pedukuhan Banjar Melati, mengingat modernisasi makin menggerus dan itu akan menghilangkan ciri khas budaya yang ada di Surbaya.

“Agar budaya tidak luntur dan hilang maka kegiatan-kegiatan seni budaya ini harus dipertahankan. Caranya? Ya dengan cara mengadakan kegiatan seperti ini untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa di Surabaya punya seni budaya yang khas,”ujar dia disela-sela jalan sehat, Minggu (13/11/2022).

Harapannya adalah bahwa Kota Surabaya adalah kota yang berseni budaya. Jadi, bukan hanya kota perekonomian, bukan hanya kota modern, bukan hanya kota maju, tapi juga kota maju yang berkesenian dan berkebudayaan.

Lebih jauh, John Thamrun yang juga anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya ini menyatakan, kegiatan pentas seni dan budaya ini adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan UKM dan UMKM di Surabaya. Ini juga untuk mendukung apa yang disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Presiden Jokowi, bahwa pondasi perekonomian Indonesia itu adalah UKM dan UMKM.

Ketua PAC PDIP Kecamatan Lakarsantri ,John Thamrun bersama para pemenang lomba pentas dan seni Pedukuhan Banjar Melati.@KBID-2022

Karena itu, dia berharap pada setiap kegiatan seni budaya selalu melibatkan UKM dan UMKM sehingga bisa membangkitan perekonomian.

“Alhamdullillah pada pentas seni dan budaya kemarin malam ada 28 stan UMKM yang menjual berbagai makanan dan minuman dan habis semua. Ini merupakan satu gerak perekonomian lokal yang ada di Banjar Melati,”terang dia.

Lebih jauh, John Thamrun mengatakan, bahwa di Kelurahan Jeruk ini juga ada fasilitas taman wisata milik Pemkot Surabaya. Untuk itu, dia juga mengajukan kepada pemkot agar UKM dan UMKM difasilitasi area. Sehingga mereka bisa berjualan dengan tetap tidak melupakan makanan tradisional.”Itu menjadi konsentrasi kami, sehingga wilayah Pedukuhan Banjar Melati ini dikenal sebagai wilayah budaya, terkhusus makanan tradisional dan seni budaya. Ini akan menunjukkan Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan,” tandas dia.

Terkait keberadaan Forum Pelestari Budaya Galuh Jinawi RW 3, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, John Thamrun mengaku, jika pemuda-pemudi yang tergabung dalam forum yang baru berdiri sebulan ini, telah menemukan situs-situs peninggalan pra Majapahit.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya bekerja sama dengan Forum Pelestari Budaya Galuh Jinawi, Begandring dan Museum Trowulan untuk menggali lebih jauh apa yang menjadi peninggalan sejarah di tempat ini.

“Kalau ditemukan, maka kawasan Pedukuhan Banjar Melati pada khususnya, dan Kota Surabaya umumnya, akan memiliki destinasi wisata baru. Sehingga hal ini akan mengangkat Kota Surabaya serta UKM dan UMKM-nya agar lebih bagus lagi, ” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Forum Pelestari Budaya Galuh Jinawi, Achmad Khoiri mengatakan, ini berawal dari semangat dan kesadaran pemuda-pemudi Pedukuhan Banjar Melati atas budaya asli lokal yang membuat bersemangat untuk merawat budaya tersebut sebagai identitas Pedukuhan Banjar Melati.

“Kita bersama karang taruna, tokoh budaya, tokoh agama di Banjar Melati ini selalu komunikasi untuk merawat kearifan lokal di wilayah sini. Seperti sedekah bumi atau tegal desa yang merupakan warisan leluhur kami. Dan kami di zaman modern ini tinggal meneruskan dengan kemasan sesuai dengan zamannya,” jela dia.

Ditanya soal penemuan situs kuno di Pedukuhan Banjar Melati, dia membenarkan. Awal September lalu, pihaknya melakukan jelajah di Pedukuhan Banjar Melati. Kemudian menemukan beberapa bentuk nisan yang diduga era Kerajaan Mataram Islam kisaran abad 16 hingga 18 dan di permakaman umum.

Kemudian, di perbatasan antara Pedukuhan Banjar Melati RW 3 dengan RW 2 Kelurahan Jeruk, juga ditemukan situs yang oleh masyarakat sekitar disebut makam kuno.

“Jadi tempat tersebut saat ini masih dalam pengkajian ilmiah, bagaimana kita kerja sama dengan pihak cagar budaya, pegiat sejarah, arkeologi unyuk pelan-pelan meneliti secara seksama apakah situs itu benar-benar di zaman kuno yang pernah ada di wilayah Banjar Mlati,” pungkas dia.

John Thamrun bersama pengurus Karang Taruna.@KBID-2022.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua RW 03 Banjar Melati, Hadi Kusno. Dia berharap acara seni budaya bisa terus terselenggara sehingga bisa membangkitkan UMKM di wilayah tersebut.

“Inginnya ke depan acara seperti ini bisa terus terselenggara, karena dengan acara ini UMKM sangat ramai dan saya turut senang,” pungkas dia.KBID-BE

Related posts

Ratusan Kali Gunung Agung Alami Gempa Tektonik, Ribuan Warga Mulai Mengungsi

RedaksiKBID

Kantongi Dukungan 7 DPAC, Mantan Ketua Ansor Surabaya Siap Pimpin PKB Surabaya

RedaksiKBID

DPRD Surabaya Minta Pemkot Tinjau kembali Kebijakan Pajak untuk PKL

RedaksiKBID