KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

PT KAI Berniat Gusur Pedagang Pasar Turi Tahap III, Komisi C Minta Ditunda

Para pedagang Pasar Turi tahap III menolak digusur dari lahan yang mereka tempati berjualan.@KBID-2023.

KAMPUNGBERITA.ID-Pedagang Pasar Turi tahap III menolak rencana penggusuran lahan yang akan dilakukan PT KAI Daop 8. Menyikapi ini, Komisi C DPRD Kota Surabaya yang dilapori para pedagang, akhirnya menggelar hearing dengan pihak terkait, Jumat (20/1/2023).

Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Turi Tahap III, Rifai
mengatakan, surat peringatan pengosongan lahan dari PT KAI Daop 8 Surabaya diberikan secara mendadak. Pedagang tidak diajak koordinasi.

Surat peringatan yang diterima berisi permintaan kepada seluruh pedagang untuk membereskan barang dagangan pada Jumat (20/1/2023). Selanjutnya, Rabu (25/1/2023) pedagang harus angkat kaki dari Pasar Turi
tahap III. Bahkan, tanpa memberi solusi dengan menyediakan tempat relokasi baru. Baik pihak pemkot maupun PT KAI.

“Kami (para pedagang) tidak pernah diajak ngomong soal rencana pengosongan ini. Dan, yang rapat dengan PT KAI bukan dari perwakilan pedagang,” jelas Rifai.

Lebih jauh, dia menjelaskan, pembongkaran dilakukan karena PT KAI merasa memiliki lahan. Begitu juga para pedagang. Rifai menjelaskan semua pedagang mempunyai sertifikat sah kepemilikan lahan. Lengkap dengan buku kepemilikan stan.

Proses pembelian berlangsung pada 1978. Transaksi jual beli oleh PT Galaxi di bawah naungan Pemkot Surabaya. Namun, tiba-tiba pasca kebakaran pada 2012, pedagang mendapatkan kabar bahwa status lahan berpindah kepemilikan atas nama PT KAI.

’’Di PasarTuri tahap III ini ada 1.025 kios dan sekitar 90 pedagang masih aktif berdagang. Maunya kami, kalau dibongkar, harus ada tempat relokasi. Tidak dibiarkan begitu saja,’’tegas dia.

Wisnu Tri A, perwakilan dari PT KAI Daop 8 menegaskan, jika antara pedagang dan PT KAI tidak ada hubungan sewa menyewa.
” Jadi penataan yang akan kami lakukan bertujuan untuk mengamankan aset PT KAI,” tandas dia.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos mengatakan, jika pedagang Pasar Turi tahap III tidak tercatat. “Yang tercatat adalah pedagang Pasar Turi Tahap I, II dan IV, “jelas dia.

Tanah yang dipakai pedagang Pasar Turi tahap III merupakan aset milik PT KAI Daop 8 Surabaya. Selama ini, pemkot menyewa lahan tersebut. Karena kerja sama sewa telah berakhir, PT KAI meminta pasar segera dikosongkan. PT KAI akan memanfaatkan lahan itu untuk kepentingan lain.

Sementara Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono menyatakan, jika PT KAI tidak bisa begitu saja mengusir para pedagang. Lantaran mereka ini bukan PKL. Seluruh pedagang memegang surat kepemilikan kios yang sah, sehingga mempunyai hak atas pemanfaatan lahan.

” Apa dasarnya PT KAI mengusir para pedagang. Wong mereka juga punya surat yang sah atas kepemilikan, sampai 2012. Tapi
haknya terkebiri pasca terjadi kebakaran. Jadi, PT KAI harus memiliki bukti kuat dalam kepemilikan lahan,” tandas Baktiono.

Terkait tidak seriusnya penyelesaian persoalan Pasaran Turi tahap III secara G to G (Government to Government) atau kerja sama antar pemerintah, politisi senior PDI-P ini menegaskan, pasca kebakaran Pasar Turi, seharusnya penyelesaian G to G berjalan harmonis. “Makanya kita anggap mereka (Pemkot dan PT KAI) ini lalai, ” tandas dia.

Karena itu, dalam hearing kemarin ada kesepakatan bersama jika penggusuran ditunda. “Kita sepakat bersama penggusuran pedagang Pasar Turi tahap III ditunda. Pemkot Surabaya dan PT KAI harus punya solusi. Karena itu, bulan depan akan kita hearingkan lagi, “pungkas Baktiono. KBID-BE

Related posts

My Ners, Permudah Masyarakat Akses Tenaga Kesehatan

RedaksiKBID

Serapan Anggaran Covid-19 Minim, 1.383 Jiwa di Surabaya Tak Terselamatkan

RedaksiKBID

Warga Temukan Lesung Kuno di Situs Batu Kuno Belahan Tengah Mojokerto

RedaksiKBID