KampungBerita.id
Headline Surabaya Teranyar

Risma Protes Banyak Pasien dari Luar Surabaya, Ketua Kuratif Covid-19 Jatim: Tidak Etis

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Sikap mengeluh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini karena banyak pasien Covid-19 dari luar daerah dirawat di Rumah Sakit di Surabaya mendapat kritikan sejumlah pihak.

Tak hanya masyarakat yang menyayangkan hal itu, Tim Kuratif Covid-19 Jatim bahkan meragukan keluhan Risma di hadapan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim yang diundangnya di Balaikota Surabaya, Senin (11/5).

Tim Kuratif Covid-19 Jawa Timur menyatakan, beberapa rumah sakit daerah kini sudah bisa menangani pasien corona (Covid-19) sendiri.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, penanganan pasien Covid-19 hanya butuh ruang isolasi, ahli paru, penyakit dalam atau anastesi. Karena itu, rumah sakit di daerah di Jawa Timur, sudah bisa menangani.

“Jadi, Covid-19 ini bukan penyakit tumor otak yang harus dirujuk ke Surabaya. Penyakit ini bisa ditangani dokter spesialis paru, penyakit dalam atau anastesi. Bahkan, dokter umum untuk yang ringan dan sedang cukup,” katanya, Senin (12/5/2020) malam.

Di beberapa derah, kata dr Joni bahkan sudah bisa mengembangan cukup banyak ruang isolasi negatif. Di RSUD Sidoarjo misalnya saat ini sudah mengembangkan isolasi negatif menjadi 60 unit, dari semula hanya dua unit.

“Di RSUD Soetomo dalam dua minggu bisa mengembangkan 30 isolasi negatif. Tidak terlalu sulit. Kalau ada niat bisa,” kata pria yang juga Direktur RSUD Dr Soetomo ini.

Lebih jauh, Joni juga mengingatkan bahwa merawat pasien tidak boleh dibeda-bedakan berdasarkan ras, suku, agama, politik dan kedaerahan. “Kawan-kawan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia) sudah membuat pernyataan itu. Itu etika kedokteran,” katanya.

Joni mencontohkan, seandainya pemerintah provinsi membuat rumah sakit khusus untuk Provinsi Jatim saja, maka orang Kalimantan dan Jawa Tengah tidak boleh masuk. Tetapi, hal itu tidak dilakukan.

“Itu tidak etis. Tidak diperkenankan di dunia kedokteran. Sudah paham maksud saya ya? Coba dibuka etika kedokteran,” katanya.

Joni juga menyebut, bahwa secara statistik, pasien yang kini dirawat di RSUD Dr Soetomo 92 persen adalah warga Surabaya. Namun, hal itu tidak dipersoalkan. “Itu pengalaman kami di Sutomo. Saya tidak tahu di rumah sakit lain. Apakah memang banyak rujukan dari luar daerah. Perlu diupdate itu,” katanya.

Diketahui, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengeluh, rumah sakit di Surabaya dipenuhi pasien corona (Covid-19) dari luar Surabaya. Risma menyebut, lebih dari 50 persen pasien Covid-19 yang kini dirawat di rumah sakit milik Kota Surabaya, bukan warga Surabaya.

“Kalua hitungan saya sampai 50 persen. Macem-macem. Kadang datangnya ke UGD di RS Soewamdhie dan UGD RS BDH. Kadang (sakitnya) nggak berat banget,” kata Risma. KBID-DJI

Related posts

Gempa Malang, Satu Orang Meninggal Tertimpa Bongkahan Batu di Jalur Lumajang-Malang

RedaksiKBID

Laga Persahabatan Unesa FC dan PWI Jatim, Ajang Silaturahmi Pasca Lebaran

Baud Efendi

Tjutjuk Dorong Pemkot Surabaya Sediakan Tempat Penitipan Anak bagi Buruh

RedaksiKBID