KampungBerita.id
Kampung Bisnis Surabaya Teranyar

Surabaya Butuh Tempat Pengolahan Limbah B3, Komisi C Desak Pemkot Segera Realisasikan

Pembuangan limbah B3 rumah sakit yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.@KBID-2022

KAMPUNGBERITA.ID-Guna meringankan beban rumah sakit menuju Surabaya sebagai tempat wisata medis, DPRD Kota Surabaya mendesak Pemkot Surabaya ( Dinas Lingkungan Hidup) untuk segera membangun tempat pengolahan limbah bahan berbahaya beracun (B3) di Kota Pahlawan.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono saat rapat Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota 2021, Senin (11/4/2022) mengatakan, Kota Surabaya seharusnya memiliki tempat pengolahan limbah sendiri. Hal ini karena pengolahan limbah B3 rumah sakit di Surabaya sampai saat ini masih dipegang oleh pihak swasta.
“Kota sebesar Surabaya ini butuh tempat untuk pengolahan limbah B3. Tapi untuk sementara ini lokasi pengolahan justru berada di luar kota, tepatnya di Mojokerto dan dipegang oleh pihak swasta, bukan pihak pemerintah. Ini rentan terjadinya monopoli,” ungkap Baktiono.

Politisi senior PDI-P ini menegaskan, sangat aneh apabila kota sebesar Surabaya tidak memiliki lokasi pengolahan limbah B3. Untuk itu, dia mendukung sekaligus mendesak pembangunan tempat pengolahan limbah B3 di Surabaya. “Jadi jika ditinjau menurut kajian dan analisa dari beberapa instansi, tidak mungkin Kota Surabaya tidak punya tempat pengolahan B3 sendiri,” terang dia

Lebih jauh, dia menjelaskan, sebenarnya pada 2020 sudah dianggarkan Rp 100 miliar untuk pembangunan tempat pengolahan limbah B3, namun dicoret karena Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum memberikan izin. Selain itu, juga terganjal masalah dokumen-dokumennya yang belum lengkap seperti amdal. Dan yang tak kalah penting adalah masalah lahan. Sebab kalau bersinggungan dengan warga bisa jadi polemik. Untuk itu, jangan sampai mengganggu warga sekitar.
” Soal lokasi nantinya harus ada survei mana tempat pembangunan pengolahan limbah B3 yang pas dan tak mengganggu warga, “ucap Baktiono.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pemerintah daerah tidak boleh serta-merta membangun tempat pengolahan limbah. “Untuk pengolahan B3 di Surabaya lokasinya masih belum ditentukan. Untuk pengelolaannya itu tidak boleh dari pemerintah daerah (Pemda) harus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Jadi Pemda tidak boleh berbisnis,” kata dia.

Selain itu, dia menambahkan, bahwa saat ini pengolahan limbah B3 (rumah sakit) juga sudah menjadi kebutuhan untuk Kota Surabaya. Dia menyebut saat ini sejumlah rumah sakit di Kota Surabaya memang memerlukan tempat pengolahan limbah, meski pihak pengelola sendiri tidak boleh ada di bawah Pemda.

“Tempat pengolahan limbah B3 yang dalam artian rumah sakit, sudah menjadi kebutuhan. Jumlah rumah sakit di Kota Surabaya sendiri sangat banyak, belum lagi beberapa klinik dan puskesmas kecil,” tambah dia.

Lebih jauh, Hebi menyatakan, jika nantinya Kota Surabaya membangun tempat pengolahan limbah B3, batas koordinasi antara BLUD/BUMD dengan DLH adalah sebatas pengawasan dan penentuan lokasi pembangunan. Sedangkan persoalan untuk mengajukan permohonan izin kepada Kementerian Lingkungan Hidup adalah tugas dari BLUD/BUMD.

Sekretaris DLH Kota Surabaya, Achmad Eka Mardijanto menambahkan, pihaknya menyambut positif dukungan dari Komisi C untuk mematangkan kembali pembangunan tempat pengolahan limbah B3 oleh pemkot. “Saat rapat Pansus LKPJ 2021 kami diminta untuk lebih serius mematangkan rencana pembangunan tempat pengolahan limbah B3, ” tandas dia.

Karena selama ini, lanjut dia, rumah sakit bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pembuangan limbah B3.”Kita tidak tahu limbah itu dibuang kemana. Yang jelas, biaya untuk membuang limbah B3 cukup tinggi, sehingga suatu upaya yang baik kalau pemkot membangun sendiri sarana pembuangan limbah di Surabaya, ” imbuh dia.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Surabaya selama pandemi Covid-19 jumlah sampah medis mencapai 3,9 ton per hari atau sekitar 117 ton per bulan. Jumlah tersebut berasal dari 59 unit rumah sakit yang menangani Covid-19 di Surabaya.

Kira-kira kapan rencana pembangunan itu? Eka mengatakan kalau kepastiannya dirinya belum bisa komentar, tapi ini sedang digagas. “Kemarin itu ada beberapa kendala karena pandemi Covid-19, dan juga terkait lahan. Ini terus kita komunikasikan dengan sejumlah OPD pemkot untuk lebih mengoptimalkan peranan OPD untuk segera mengimplementasikan sarana pembangunan pengolahan limbah B3 tersebut,”pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Lawan Covid-19, KODIM di Sseluruh Jatim Bergerak

RedaksiKBID

APBD Surabaya 2021 Banyak Dikepras, Tapi Proyek Skala Kecil Tetap Berjalan

RedaksiKBID

Enam Parpol Nonparlemen Bentuk Koalisi, Berlabuh ke PDI-P atau MA?

RedaksiKBID