KampungBerita.id
Kampung Bisnis Kampung Raya Surabaya Teranyar

TPS Lakukan Audit SMAP dan BCMS, Tegaskan Komitmen Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bisnis Berkelanjutan

Lembaga internasional British Standards Institution (BSI) melakukan audit eksternal terhadap sistem manajemen, yakni SMAP dan BCMS selama tiga hari di lingkungan operasional TPS.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), perusahaan yang merupakan bagian dari Grup Pelindo dan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pelabuhan yang bersih serta menjalankan bisnis secara berkelanjutan.

Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan audit eksternal terhadap dua sistem manajemen penting, yakni ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan ISO 22301:2019 Sistem Manajemen Keberlangsungan Bisnis (BCMS). Audit dilakukan oleh lembaga internasional British Standards Institution (BSI) selama tiga hari
di lingkungan operasional TPS, akhir April 2025.

Momentum pasca Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk melaksanakan audit terhadap penerapan dua standar sistem yang berlaku. Hal ini mengingat tradisi Lebaran identik dengan saling berkirim hantaran sebagai bagian dari silaturahmi, sehingga diperlukan pengawasan yang cermat guna memastikan kepatuhan terhadap kebijakan yang berlaku.

Hasil audit menunjukkan bahwa TPS Familia telah menjalankan perannya dengan baik dan bertanggungjawab sesuai amanah yang diberikan. Tidak hanya dalam hal mitigasi dan pengendalian untuk menjaga kelangsungan layanan secara normal, namun juga melalui upaya perbaikan berkelanjutan yang sejalan dengan dinamika bisnis yang terus berkembang.

“Salah satu langkah perbaikan yang telah dilakukan adalah melaksanakan sosialisasi standar kesisteman kepada seluruh pihak terkait secara berkala, termasuk informasi terkini di lingkungan TPS serta penegasan larangan terhadap praktik pungutan liar, korupsi, suap, dan penerimaan gratifikasi. Sebagai bagian dari upaya ini, TPS juga membagikan stiker yang memuat pesan larangan terhadap empat hal tersebut, lengkap dengan informasi kanal pelaporan apabila ditemukan indikasi pelanggaran,” terang Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi.

Komitmen untuk memberikan layanan terbaik senantiasa menjadi prioritas utama TPS. Namun demikian, kendala operasional tetap dapat terjadi dalam situasi tertentu.

Sebagai langkah preventif, TPS secara proaktif menjalin komunikasi intensif dengan pengguna asa dan pemangku kepentingan guna memantau proyeksi volume layanan serta memastikan kesiapan sumber daya yang diperlukan.

Sebagai antisipasi terhadap hal-hal di luar perencanaan yang mungkin timbul dari hasil komunikasi dengan pengguna jasa dan pemangku kepentingan, TPS telah menyiapkan sistem pengelolaan keberlanjutan bisnis (Business Continuity Management System/BCMS).

Selain itu, TPS juga memastikan bahwa seluruh pengguna jasa dan pemangku kepentingan menerima informasi mengenai kanal-kanal komunikasi resmi yang dapat dihubungi apabila terjadi kendala operasional atau layanan. Langkah ini diyakini dapat memperlancar arus komunikasi serta mempercepat penanganan, sehingga kualitas layanan prima tetap terjaga dan dapat dirasakan oleh para pelanggan.

Monitoring, evaluasi dan validasi oleh pihak ketiga yang berkompeten merupakan rangkaian proses berkelanjutan yang dijalankan TPS guna memperkuat dan menyempurnakan kualitas layanan dari waktu ke waktu.

“Monitoring dan evaluasi dilakukan secara internal oleh tim TPS, sementara validasi kami laksanakan dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait. Proses ini mencakup wawancara langsung dengan pengguna jasa serta pelaksanaan audit, baik audit surveillance tahunan maupun audit re-sertifikasi setiap tiga tahun,” ungkap Erika Asih Palupi.

Terkait penerapan ISO SMAP dan BCMS di TPS, lanjut dia, audit surveillance telah selesai dilaksanakan dengan hasil lima rekomendasi perbaikan tanpa adanya temuan, baik bersifat mayor maupun minor.

Berdasarkan hasil tersebut, TPS direkomendasikan untuk tetap melanjutkan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan Sistem Manajemen Keberlangsungan Bisnis (BCMS) sebagai bagian dari upaya mendukung layanan prima,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Ancam dengan Sabit, Anak Kandung di Jombang Paksa Anak Penuhi Birahi

RedaksiKBID

49 Tahun Anik Maslachah, Pimpinan Dewan Jatim Perempuan Pertama di Era Reformasi

RedaksiKBID

Doakan Korban Erupsi Gunung Semeru, Partai Gelora Gelar Tahlilan

RedaksiKBID