KampungBerita.id
Kampung Raya Peristiwa Surabaya Teranyar

2023, Pemkot Surabaya Targetkan 75 Ribu Keluarga Miskin Bisa Hidup Mandiri

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi secara simbolis memasang stiker di rumah salah seorang warga yang masuk kategori miskin. Tahun depan, mereka diharapkan bisa hidup mandiri.@KBID-2022.

KAMPUNGBERITA.ID-Ada 75 ribu Kepala Keluarga (KK) Surabaya rumahnya dipasangi stiker bertuliskan keluarga miskin mulai, Rabu (28/12/2022). Pemkot Surabaya menargetkan stiker itu lepas tahun depan dan mereka bisa hidup mandiri.

Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, tercatat 219.427 jiwa kategori miskin atau 75 ribu KK.

Stiker merah bertuliskan keluarga miskin itu disertai barcode. Fungsinya, ketika di-scan akan muncul jenis bantuan yang sudah didapatkan keluarga penerima manfaat (KPM).

Jenis bantuan itu terdiri dari PKH, BPNT, BLT BBM, BLT minyak goreng, seragam SD/SMP, dan peralatan modal usaha.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyatakan, peralatan modal usaha yang diberikan ke setiap keluarga berbeda-beda.

“Bisa jadi toko kelontong, usaha. Ada juga wirausaha kita ikutkan program padat karya pembuatan paving dan sebagainya,” kata Eri usai menempelkan stiker secara simbolis di Kecamatan Gubeng, Rabu (28/12/2022).

Bantuan usaha yang diberikan pemkot itu, lanjut Eri Cahyadi, diharapkan bisa membantu keluarga miskin segera bangkit dan hidup mandiri. Tidak bergantung dengan bantuan sosial Pemerintah Pusat.

“Diberi bantuan mracang atau warungnya. Kalau habis kita kasih modal, untungnya pakai kulakan lagi sambil kita pantau. Kalau untungnya belum bisa muter, kita isi lagi sampai punya tabungan dan kulakan sendiri. Kalau punya suami dan anak-anak sudah lulus belum kerja, ikut program pemkot dan punya penghasilan 5-7 juta. Tahun depan, bisa lepas dari kemiskinan,” papar dia.

Pemasangan stiker, menurut Eri Cahyadi sebagai tanda kewajiban pemerintah untuk menghilangkan kemiskinan. Bukan merendahkan warga yang bersangkutan.

“Stiker ini sebagai penanda beban pemerintah menghilangkan kemiskinan. Itu tanggung jawab pemerintah, stiker itu segera harus dilepas. Targetnya setahun,” tandas Eri Cahyadi.

Selain itu, para penerima stiker yang rumahnya tidak layak dan milik sendiri akan langsung didaftarkan program rutilahu untuk diperbaiki.

“Mereka rumah sendiri akan kita adakan rutilahu. Kalau bukan, baru kita pindah ke rusun karena sampai hari ini antrenya rusun 12 ribu. Sudah kita tutup pendaftarannya,” tegas dia.

Sementara bagi yang tidak tertempel stiker tetapi masuk kategori pra miskin, akan tetap diberi bantuan. Tujuannya agar tidak jatuh menjadi miskin.

“Pra miskin akan dapat tetap yang bantuan sekolah, beasiswa, BPJS, termasuk padat karya sampai mereka lepas,” ungkap dia.

Pemasangan seluruh stiker itu ditargetkan selesai akhir tahun 2022. “Mulai hari ini, lurah-camat yang masang,” ujar dia.

Kepala Dinsos Kota Surabaya, Anna Fajriatin menuturkan, angka warga miskin itu juga turun drastis dibanding awal tahun.

“219.427 jiwa atau 75 ribu KK dari sebelumnya awal 2022 1,3 juta. Penurunan itu setelah diberikan intervensi dan checking lagi dengan kriteria atau indikator keluarga miskin,” kata Anna.

Angka itu merupakan keluarga dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Sementara jumlah warga pra miskin menurut Anna lebih sedikit. KBID-HMS/BE

Related posts

PCNU Surabaya Salurkan 9 Ekor Sapi Kurban ke MWCNU Lewat Sistem Undian, 4 Ekor untuk Kebutuhan Sosial Masyarakat

Baud Efendi

PPDB 2023 Banyak Dikeluhkan Warga, Komisi D DPRD Surabaya Minta Pemkot Beri Solusi Terbaik

RedaksiKBID

Apresiasi Dedikasi Tim Unair Tangani Covid-19, Ketua DPRD: Bikin Bangga Surabaya

RedaksiKBID