KampungBerita.id
Headline Olahraga Teranyar

Buntut Pengeroyokan Suporter Persija hingga Tewas, Bobotoh Dilarang Saksikan Laga Persib

Terkena sanksi, Persib Bandung jalani sisa liga 1 tanpa penonton

KAMPUNGBERITA.ID – Komisi Disiplin PSSI selesai melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya Haringga Sirila, suporter Persija diamuk secara membabi buta oleh suporter Persib Bandung (Bobotoh). Peristiwa itu terjadi sebelum laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), beberapa waktu lalu.

Dikutip dari situs resminya, Selasa (2/10), PSSI akhirnya memutuskan menghukum klub asal Bandung itu berupa sanksi pertandingan kandang di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan pertandingan kandang tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.

Tak hanya klub, PSSI juga menghukum bobotoh julukan untuk suporter Persib berupaya larangan menyaksikan pertandingan Persib Bandung saat kandang maupun tandang serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai pada setengah musim kompetisi 2019.

PSSI juga menjatuhkan sanksi untuk panitia penyelenggara pertandingan. Tak terkecuali, panitia pelaksana pertandingan dan security officer yakni berupa larangan ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib Bandung selama 2 (dua) tahun.

Panpel Persib Bandung juga didenda sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Panpel Persib wajib memerangi dan melarang rasisme dan tulisan provokasi serta slogan yang menghina pada spanduk, poster, baju dan atribut lainnya dengan cara apapun.

“Dengan telah diputuskannya hukuman ini dari Komdis dan mengakomodasi permohonan dari forum silaturahmi klub Liga 1, maka PSSI mencabut status penghentian sementara Liga 1. PSSI juga meminta PT Liga Indonesia Baru untuk dapat kembali menjalankan Liga 1 2018 terhitung tanggal 5 Oktober 2018,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

Hingga kemarin, polisi sudah menetapkan delapan orang tersangka terkait penganiayaan Haringga yang menyebabkan pemuda itu tewas. Mereka adalah Budiman (41), Goni Abdulrahman (20), Cepy Gunawan (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), SMR (17), DFA (16), Joko Susilo (31).

Di sisi lain, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot Dewa S Broto menilai insiden brutal itu tidak hanya dititikberatkan terhadap suporter, melainkan juga klub. Dia mengimbau agar seluruh klub sepak bola di Indonesia menganut rasa memiliki terhadap suporter.

“Harusnya klub punya sense of belonging, jangan kalau lagi butuh dicari-cari kalau enggak butuh, (suporter) ada masalah, cuek bebek,” kata Gatot Dewa.

Dia mencontohkan klub besar eropa seperti Barcelona FC dan Real Madrid memiliki suporter yang rasional meski di lapangan hijau intensitas kedua klub tinggi. Alasannya, menurut dia, suporter memiliki sedikit saham dari klub besar tersebut.

Selain itu, sebut Gatot, para suporter klub memiliki kartu tanda anggota. Hal itu, menurutnya, menjadi pembelajaran bagi klub sepak bola di Indonesia ataupun suporter agar saling bahu membahu menertibkan jalannya kompetisi.

“Di Eropa kita lihat Barca atau Madrid (supporter) ada kepemilikan saham sehingga kalau mau nakal mereka ini saham kami akan terkoreksi ada juga KTA agar lebih terorganisir,” tukasnya.

Seperti diketahui, Haringga Sirila meregang nyawa di stadion Gelora Bandung lautan Api Gedebage, Kota Bandung, Minggu (23/9). Haringga tewas akibat dikeroyok oleh bobotoh Persib. KBID-NAK

Related posts

Ketua Dewan Tolak Pansus Covid-19, Mahfudz: Ayo Berbuat untuk Kemanusiaan

RedaksiKBID

Hari Ini, Kemenag RI Gelar Sidang Isbat, Penetapan Awal Ramadan 1447 H

Baud Efendi

Dishub Surabaya Bangun Terowongan Rp 31 M untuk Urai Kamacetan dan Keselamatan Pengunjung KBS

Baud Efendi