KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Nakhodai Fatayat NU Surabaya, Ning Habiba Fokus Kaderisasi dan Ekonomi

Prosesi Pelantikan PC Fatayat NU Surabaya masa khidmah 2025-2026.@KBID-2026.

KAMPUNGBERITA.ID-Hj. Camelia Habiba kembali terpilih dan dilantik sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Surabaya Masa Khidmah 2025-2030. Pelantikan dilakukan oleh Pj Ketua PP Fatayat NU, Hj. Dewi Winarti di Surabaya Convention Hall, Selasa (22/9/2026) malam.

Acara turut dihadiri Ketua PCNU Kota Surabaya H. Masduki Toha, perwakilan Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, serta sejumlah pimpinan partai politik di Surabaya.

Ning Habiba, sapaan akrab Hj. Camelia Habiba, menyebut periode kedua ini sebagai amanah lanjutan dengan tantangan lebih besar. “Ini adalah amanah lanjutan. Sebenarnya saya sudah gagal di periode pertama karena bagi saya pemimpin yang berhasil itu bukan programnya yang keren, tapi pemimpin yang mampu melahirkan pemimpin selanjutnya. Ternyata satu periode kemarin saya gagal sehingga tidak mampu melahirkan pemimpin yang akan melanjutkan saya,”ujar dia usai.

Terkait pelantikan yang baru digelar September 2026, padahal Muscab digelar 2025, Ning Habiba menjelaskan karena wafatnya Ketua Umum PP Fatayat NU pada Ramadan lalu. Pelantikan yang semula diagendakan Syawal akhirnya diganti halal bihalal dan harlah di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). “Allah takdirkan dengan timing yang lebih baik, timing yang lebih indah bersama Rasulullah,” ungkap dia seraya berharap kehadiran Fatayat di tengah-tengah umat hadir dengan membawa solusi kemaslahatan.

Mengusung tema “Menguatkan Perempuan Muda NU dalam Khidmah Keumatan dan Kebangsaan“, lanjut Ning Habiba, Fatayat Surabaya menyiapkan tiga program baru. Pertama, pemberantasan buta aksara Alquran bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag). “Rilis
Kemenag Desember 2025 bahwa guru pendidikan agama 51,8 persen itu tidak fasih baca Alquran. Maka Fatayat berkolaborasi dengan Kemenag. Karena Quran ini adalah modal kita salat,”ungkap dia.

Kedua, penguatan ekonomi melalui “Rumah UMKM Nahdliyin”. “Insyaallah dalam waktu dekat Fatayat akan rilis semacam inkubator UMKM. Ternyata UMKM itu gagalnya bukan di modal, tapi mentalnya yang gampang ngutang. Ini berkolaborasi dengan universitas-universitas,” jelas Ning Habiba.

Ketiga, kolaborasi dengan Gojek. “Ada sahabat Gojek perempuan yang daftarnya lewat Fatayat. Siang mereka mencari nafkah untuk keluarganya, malam ikut rutinan ngajinya Fatayat. Jadi di Fatayat itu ya ngaji, ya dapat rezeki,” tutur dia.

Ning Habiba juga menekankan peran strategis perempuan, khususnya emak-emak muda. Fatayat ini adalah organisasi yang paling strategis. Artinya, Fatayat ini adalah masa depan NU dan NU masa depan. Jika hari ini Fatayat tidak melakukan harakah, gerakan-gerakan pengkaderan. Jangan kira nanti 10-20 tahun yang akan datang NU akan Jaya di Surabaya. “Maka dari itu kita harus kuat bersama. Jadi langkah-langkah ini harus dikuatkan, khidmah ini dikuatkan dalam rangka apa? Ya menyiapkan kader-kader karena memang Fatayat ini adalah organisasi pengkaderan,” kata mantan anggota DPRD Kota Surabaya ini.

Ketua PC Fatayat NU Surabaya, Hj. Camelia Habiba.@KBID-2026.

Kenapa Fatayat disebut organisasi strategis? Ning Habiba menegaskan, kalau bicara maslahat, ya di Fatayat karena masih momong. “Al ummu madrasatul ula Bagaimana kita mau menjadi madrasah untuk anak-anak kalau emak-emaknya tidak smart? Kekuatan negara itu tergantung kekuatan perempuan. Karena perempuan adalah imadul bilad, tiangnya negara. Apalagi Indonesia mau menuju Indonesia Emas 2045,”tegas dia.

Untuk itu, Ning Habiba mengajak warga Nahdliyin bergabung.
Alladzina saqul ya robbahum ilal jannati zumaro. Orang akan kembali menghadap kepada Tuhannya itu bersama rombongan. Maka yang belum punya rombongan, silakan berombong dengan Fatayat,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Cegah Gangster Tumbuh di Surabaya, Pemkot Pasang Face Recognition dan Galakkan Patroli

RedaksiKBID

Walikota Mojokerto Takziah ke Keluarga Linmas yang Meninggal Saat Tugas Pemilu

RedaksiKBID

Ingatkan ASN Agak Tak Berpolitik, Legislator: Bawasli Jangan hanya Diam

RedaksiKBID