KampungBerita.id
Surabaya Teranyar

Dewan Berharap Pemkot Surabaya Perbaiki Perencanaan dan Pengelolaan Sentra PKL

Vinsenisus Awet.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – Banyaknya Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sepi pengunjung mengundang keprihatinan kalangan anggota DPRD Surabaya. Dewan menilai, ada yang perlu dibenahi terkait keberadaan maupun proses perencanaan pembangunan sentra PKL yang tersebar di sejumlah titik dengan menghabiskan anggaran tidak sedikit tersebut.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinesnsius mengatakan, sepinya sejumlah Sentra PKL bahkan dikabarkan ada beberapa yang terpaksa tutup lantaran perencanaan pembangunan dan pengelolaan pascadibangun tidak sesuai harapan. Politisi NasDem ini menuturkan, Pemkot Surabaya tidak semestinya asal bangun sentra PKL di sejumlah titik tanpa melihat kebutuhan dan animo masyarakat sekitar.

“Saya paham, dana Pemkot ada. Tapi kan harus direncanakan melalui kajian terlebih dahulu agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, buktinya banyak yang sepi,” kata Awey sapaan akrab Vinsensius, Minggu (17/3).

Dia tidak menampik bahwa sentra-sentra PKL yang dibangun di sejumlah kawasan sudah melalui kajian. Namun,katanya, kajian yang dilakukan kurang matang. Belum lagi, kata dia, pengelolaan dan pembinaan pascapengoperasian Sentra PKL tidak berjalan secara kontinyu. Artinya, kata dia, usai dibangun pedagang kemudian digiring ke sentra PKl selanjutnya terserah seperti apa model pengelolaan dan manajemen tata kelola sentra tersebut.

‘Ini harus dibenahi, jadi wajar kalau tidak ada pendampingan kemudian sentra-sentra PKL sepi pengunjung. Ujungnya para pedagang kembali berjualan ke tempat semula, lha sepi. Mereka juga butuh penghasilan,” katanya.

Awey berharap, Pemkot Surabaya juga menganalisa sejauh mana tingkap sepinya pengunjung di Sentra-sentra PKL. Banyak faktor yang menurut Awey perlu dikaji. Termasuk, skala tingkap sepinya pengunjung juga harus punya gambaran sehingga bisa diklasifikasi mana-mana sentra PKL yang masih bisa diselamatkan untuk dikembangkan.

Menurutnya, faktor-faktor semacam lingkungan, kondisi sosial, kebutuhan masyarakat, dan mobilitas sosial harus menjadi rujukan sebelum Pemkot menentukan di titik mana sentra PKL akan didirikan.

”Jangan kesanya cuma menghabiskan anggaran agar tercapai penyerapan anggaran pembangunan 100 persen, kalau tidak banyak memberi nilai ekonomi untuk masyarakat, kan bisa mubazir,” ujarnya.

Awey berharap Pemkot Surabaya juga melibatkan para pedagang sebelum mendirikan Sentra PKL. Sebab, pemikiran-pemikiran para pedagang sangat diperlukan lantaran mereka yang akan menjalani usaha di sentra tersebut. ”Ayolah, libatkan mereka, ajak urun rembuk,” katanya.

Di sisi lain, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya akan mengembalikan dua sentra PKL ke Pemkot Surabaya. Sebab, sentra PKL tersebut sepi karena tidak dimanfaatkan oleh warga.

“Ada dua sentra PKL yang akan kami serahkan kembali ke Pemkot Surabaya yaitu di dekat Stadion Gelora Bung Tomo yang selama ini tidak ada penjualnya. Dan satunya lagi di Jalan Padmosusastro,” tegas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya Widodo Suryantoro

Penyerahan itu dilakukan, masih lanjut Widodo Suryantoro, agar kedua tempat tersebut tidak mangkrak seperti sekarang ini. Paling tidak nanti oleh pemkot bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya sehingga memiliki nilai guna.KBIDPAR

Related posts

Komisi B Tegaskan Penertiban PKL Serentak se-Surabaya, Baktiono: Jangan Tebang Pilih!

Baud Efendi

Banyak Anggota Dewan jadi Tersangka, LKPJ Wali Kota Malang 2017 Bakal Terhambat

RedaksiKBID

Fraksi PKS Dorong Validasi Data dan Penguatan Kelurahan

RedaksiKBID