
KAMPUNGBERITA.ID-Pasca Lebaran, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni melanjutkan program “Sambang Warkop” untuk menyerap aspirasi warga Surabaya. Minggu (20/4/2025), dia melaksanakan sambang warkop di wilayah Gunung Anyar.
Kali ini, Toni, panggilan akrab Arief Fathoni, menerima keluhan dari para pedagang anggota Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Gunung Anyar yang belakangan merasa resah akibat adanya surat teguran dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jatim yang meminta mereka membongkar usahanya di wilayah Gunung Anyar.
Menanggapi keresahan para pedagang, Toni menyatakan jika langkah Pemprov Jatim terhadap para pedagang kurang tepat untuk saat ini. Kenapa demikian? Karena para pedagang anggota BUMK tersebut memiliki andil cukup besar dalam menopang perekonomian warga.
Karena itu, Toni yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya ini meminta kepada Pemprov Jatim untuk bersikap bijaksana dalam menghadapi persoalan ini. Apalagi, kondisi ekonomi saat ini masih belum stabil.
“Ya, dalam kondisi ekonomi yang tidak ada kepastian seperti saat ini, rasanya kurang tepat kalau pemerintah menghilangkan mata pencaharian warga, ” ungkap dia.
Untuk itu, mantan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya ini berharap ada solusi terbaik dari Pemprov Jatim.
“Jangan sampai teguran dari Dinas PU Provinsi Jatim berujung pada penggusuran. Saya yakin Ibu Khofifah (Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa) yang selama ini sangat perhatian dan berpihak terhadap rakyat kecil tidak akan melakukan itu,” tandas mantan jurnalis ini.
Sementara Ketua RW 01 Gunung Anyar Lor, Ivan B Wijanarko mengatakan, jika warga Gunung Anyar telah merintis usaha ini sejak 1998. Saat berbentuk BUMK pada 2010, usaha ini sudah banyak membantu pembiayaan kegiatan kampung. Mulai dari santunan anak yatim, gaji petugas keamanan hingga kegiatan sosial lainnya.
Karena itu, Ivan berharap Pemprov Jatim bisa melihat fakta dan kontribusi BUMK secara menyeluruh sebelum mengambil langkah penggusuran.
“BUMK ini bukan sekadar tempat usaha, tapi merupakan sumber kehidupan dan kegiatan sosial warga. Rasanya tidak elok para pelaku ekonomi ini digusur, ” pungkas Ivan. KBID-BE
