DPRD Surabaya Membuka Diri Susun Regulasi New Normal Bersama Pemkot

Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menyambut baik kalau Pemkot Surabaya mengajak bicara kalangan dewan tentang persiapan konsep new normal di tengah Covid-19.

“Kami sangat welcome apabila pemkot mengajak bicara dalam menyusun regulasi dan ketetapan-ketetapan yang mengikat semua pihak. Misalkan kewajiban memakai masker, menjaga jarak dan sebagainya. Termasuk penyediaan sarana dan prasarana cuci tangan di fasilitas publik dan sebagainya,” ujar Adi Sutarwijono kepada wartawan usai rapat paripurna LKPj Wali Kota TA 2019 di gedung DPRD Surabaya, Kamis (28/5/2020).

Lebih jauh, Awi , panggilan Adi Sutarwijono mengatakan, dalam rapat paripurna juga disinggung soal Raperda tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum yang dalam hal ini pemkot meminta agar panitia khusus (pansus) diperpanjang masa kerjanya. Karena akan dimasukkan beberapa item regulasi new normal di dalam raperda tersebut.

Awi mengaku akan mendorong anggota dewan di seluruh komisi untuk mulai mendiskusikan kira-kira gambaran konsep new normal itu seperti apa, mulai pendapat pakar, pemkot, masyarakat, dan sebagainya.

“Misalkan sekolah, sebentar lagi akan dimulai PPDB dan akan dimulai tahun ajaran baru. Apakah masih seperti ini atau bagaimana ada diskusi khusus. Misalkan siswa masuk tapi memakai masker dan sebagainya itu harus dikaji, apakah itu juga aman atau tidak untuk siswa. Demikian juga misalkan untuk roda ekonomi unit ekonomi modern dan tradisional kemudian ada dorongan untuk diaktifasi,” ungkap dia.

Namun, kata Awi, regulasi new normal ini bisa didorong setelah semua persoalan Covid-19 di Surabaya tuntas atau terputus penyebarannya. Pemkot Surabaya masih terus berupaya keras memutus mata rantai penyebaran Vovid-19 ini.

“ Ya, saya setuju (pendapat Wali Kota Surabaya) dalam rangka untuk memutus mata rantai itu, karena kalau tidak, penanganan parsial juga kemudian akan tidak tuntas. Kita ingin Surabaya itu selesai betul dengan masa pandemi Covid-19 dan kemudian bisa dimulai dengan tatanan baru, pasca pandemi Covid-19 itu,” tandas politisi PDI-P ini.

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini belum bisa bicara banyak terkait rencana new normal. Sebab, dia masih fokus pada penanganan Covid-19 di Surabaya yang masih tinggi.
“Saat ini para tenaga medis masih berjuang menangani pasien Covid-19. Insya Allah Minggu depan akan kita sampaikan,”pungkas Risma. KBID-BE