KampungBerita.id
Kampung Raya Surabaya Teranyar

Jaring Aspirasi Masyarakat, Abdul Malik Disambati Warga Terdampak Proyek JLLT Soal Pavingisasi dan PJU

Abdul.Malik bersama warga saat menyerap aspirasi masyarakat di Tanah Kali Kedinding.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-Anggota DPRD Kota Surabaya Abdul Malik kembali menggelar Reses Sidang ke-1 Masa Persidangan ke-3 Tahun Anggaran 2025 di RT-12/RW-01, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Jumat (16/5/2025) malam.

Politisi PDI-P ini menyampaikan, reses ini adalah ajang untuk silaturahmi serta upaya dalam menyerap aspirasi dari masyarakat yang berada di wilayah Dapil 2 Kota Surabaya.

“Moment ini penting bagi kami anggota DPRD untuk mengetahui apa yang diinginkan warga yang ada di daerah pemilihan kami,”ujar dia.

Pada kesempatan tersebut, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya ini menerima aspirasi masyarakat mulai dari proyek pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur ( JLLT), pavingisasi dan penerangan jalan umum (PJU).

Saat reses di Tanah Kali Kedinding tersebut, politisi muda PDI-P menerima keluhan dari warga yang terdampak proyek pembangunan JLLT). Namun hingga kini proyek sepanjang 16,3 km yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 7 triliun yang melintasi enam kecamatan, yakni Kenjeran,Bulak,Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, dan Gununganyar, itu tidak jelas kelanjutannya.

Menurut Abdul Malik, warga minta kepastian kepada pemerintah apakah proyek JLLT yang sudah dibangun 7 km itu dilanjutkan apa tidak. Warga minta diberikan informasi yang jelas. Termasuk titik-titik mana saja yang bakal terdampak dalam radius proyek pembangunan JLLT tersebut.

“Saya disambati warga yang berdekatan dengan proyek pembangunan JLLT. Mereka menanyakan kelanjutan proyek tersebut dan kemudian perhatian dari pemerintah kepada warga terdampak itu berupa apa saja,” ungkap dia.

Untuk itu, Abdul Malik berharap, jika proyek pembangunan JLLT tidak ada kelanjutannya atau belum ada realisasi, maka dirinya mendorong Pemkot Surabaya agar ada perhatian untuk pembangunan lain, termasuk untuk penerangan jalan umum (PJU) dan pavingisasi jalan untuk warga Tanah Kali Kedinding. Karena beberapa paving di wilayah ini sudah tidak layak, dan selama ini warga melakukan swadaya secara bergotong royong untuk pavingisasi.

Maka dari itu, lanjut Malik, jika kelanjutan proyek JLLT masih lama, maka dia minta kepada Pemkot Surabaya agar ada perhatian yang sama terhadap warga Tanah Kali Kedinding untuk pavingisasi dan PJU.

Abdul Malik melihat langsung kondisi jalan yang pavingnya sudah tak layak dan minimnya penerangan PJU.@KBID-2025.

“Saya sudah melihat secara langsung sejumlah lokasi yang memang masih belum terpasang PJU. Selain itu, juga ada beberapa paving yang sudah tidak layak,” ungkap dia.

Malik berharap ada keterbukaan informasi publik dari Pemkot Surabaya terkait kelanjutan proyek pembangunan JLLT dan juga perhatian terhadap warga Tanah Kali Kedinding terkait pavingisasi dan pemasangan PJU.

“Aspirasi yang disampaikan warga ini akan kita sampaikan dan komunikasikan dengan Pemkot Surabaya melalui Fraksi PDI-P agar dapat ditindaklanjuti dan bisa direalisasikan sesuai harapan masyarakat.
Karena saya sendiri fokus di Komisi D yang membidangi kesehatan, pendidikan dan sosial. Sekali lagi, aspirasi warga ini akan kita bawa ke fraksi untuk dibahas dan diteruskan ke Pemkot Surabaya agar ada penanganan lebih lanjut,” pungkas dia. KBID-BE

Related posts

Startup di Surabaya Tumbuh Kencang, Anak Muda Banyak Ciptakan Peluang

RedaksiKBID

Bupati Bojonegoro Lantik 43 Pejabat Baru Hasil Seleksi dan Diklat

RedaksiKBID

Jika Ditugaskan Partai, Ghofar Ismail Siap Pimpin Fraksi Gabungan PAN-PPP

RedaksiKBID