Kunjungi Pabrik Pembuatan APD, Gubernur Khofifah: Jatim Butuh 1 Juta Setiap Bulan

Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pabrik produsen APD di Kota Probolinggo, Rabu (1/4).@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pabrik garmen yang saat ini memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) di PT. Putrateja Sempurna di Jalan Brantas Kota Probolinggo, Rabu (1/4).

Kunjungan Gubenur Khofifah bersama rombongan Kepala OPD terkait dilingkungan Pemprop Jatim seperti Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Joni Wahyudi, Kepala Disperindag Jatim dan beberapa OPD lainnya. Kedatangan Gubenur Jatim, untuk memastikan kebutuhan APD yang saat ini menjadi alat kebutuhan vital bagi tenaga medis diseluruh daerah di Jawa Timur.

Di PT. Putrateja Sampurna, rombongan Gubenur disambut langsung Walikota, Habib Hadi Zainal Abidin, Wawali, HMS Subri, Kapolres, AKBP Ambariyadi Wijaya, Dandim dan Kepala Kejaksaan.

“Alhamdulillah, kemarin Pak wali menyampaikan informasi ini. Saya datang untuk memastikan produksi APD yang saat ini menjadi kebutuhan semua negara dan juga di Jawa Timur,” ujar Khofifah usai melihat-lihat pembuatan APD di PT. Putrateja Sempurna.

Bahkan, menurut informasi dikatakan Khofifah, pabrik garmen tersebut dapat memproduksi sebanyak 1 juta piace atau potong dalam tiap bulannya.

“Artinya, kalau satu bulan 1 juta, sesungguhnya kalau ini bisa digunakan untuk Jawa Timur nantinya saya minta quota. Sama seperti ketika saya juga datang ke pabrik masker, saya minta qouta harian. Kenapa harian, karena kita minta butuh segera” tegas Khofifah.

Menurut Khofifah, Pemprov Jatim membutuhkan kuota produksi sebanyak 1 juta unit APD setiap bulan. APD itu didistribusikan untuk tenaga medis, paramedik dan beberapa petugas lain yang berada di garda terdepan, dalam menangani virus Covid-19.

Produksi dan ketersediaan APD di Jatim, sebut Khofifah, selanjutnya akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat. Sebab, selain di Jatim, kebutuhan masker dan APD juga diperlukan oleh daerah lainnya.

“Nanti kita report kepada Pemerintah Pusat. Apa yang didapatkan dari produk pabrik ini agar terkonfirmasi. Apalagi, bahan baku pabrik ini, masih cukup selama 3 bulan kedepan,” tegas Khofifah.

Lebih jauh masih dikatakan Khofifah, mengatakan jika satu pasien yang dirawat oleh tenaga medis, membutuhkan 23 APD. “Seperti di RSUD dr. Soetomo, ada 11 pasien. Jadi, kita bisa diperkirakan berapa kebutuhan APD-nya. Rumah sakit yang dalam koordinasi Pemprop itu kira-kira membutuhkan 3.200. Kalau kita etimasi piace-nya sehari. Tentunya, kita butuhkan garansi, paling tidak kebutuhan APD terpenuhi. Tak boleh, kita hari ini cari, besok kita cari lagi,” terangnya.

Sementara, Owner PT. Putrateja Sempurna, Supriono mengatakan bahwa pabrik germen miliknya saat ini fokus untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) yang merupakan pesanan langsung dari Pemerintah pusat.

“Satu bulan, kita bisa produksi 1 juta potong APD, set dan juga masker. Untuk 3 bulan 3 juta, bisa kita selesaikan. Untuk fashion, kita edukasi dulu para karyawan, karena kita mementingkan kepentingan nasional dulu,” ujar Supriono.

Walikota, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan pihaknya akan terus mensuport seluruh pabrik fashion atau garmen yang ada di Kota Probolinggo untuk ikut abdil dalam berbuat untuk negara.

“Kita juga berharap agar seluruh pabrik yang disini juga ikut membantu masyarakat. Saat ini ada forum CSR yang kita perintahkan untuk membantu kebutuhan masyarakat yang saat ini dalam kondisi terpukul dengan mewabahnya virus corona atau Covid 19 ini,” ujar Walikota dalam kesempatan yang lain. KBID-PRO