
KAMPUNGBERITA.ID – Nasib Pasar Tunjungan kian terpuruk seiring tidak dimasukan dalam program revitalisasi di tahun anggaran (TA) 2022. Pasar legendaris tersebut diketahui sudah lama mangkrak. Posisinya yang berada di lahan strategis di segitiga emas Kota Surabaya banyak mencuri perhatian investor.
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Alfian Limardi mengatakan, untuk merevitalisasi Pasar Tunjungan sebenarnya ada beberapa skema pembiayaan yang bisa diupayakan Pemkot Surabaya. Pertama, meminta anggaran ke Pemerintah Pusat seperti Pasar Badung (Bali) yang menggunakan anggaran APBN. Kedua, menjalin kerja sama dengan pihak swasta seperti Pasar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, yang berkonsep moderen dan pembiayaannya dari swasta.
“Ya, sekarang tinggal bagaimana Pemkot Surabaya dan PD Pasar Surya mau mengarahkan Pasar Tunjungan ini kemana?”ujar dia, Rabu (29/9/2021).
Sebab, lanjut dia, kalau anggaran revitalisasi Pasar Tunjungan dimasukkan APBD Kota Surabaya, maka Pemkot Surabaya harus ada penyertaan modal. Jadi tak bisa langsung karena Pasar Tunjungan ini dikelola perusahaan daerah, yakni PD Pasar Surya.
Lebih jauh, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menegaskan, jika Pasar Tunjungan ini ditawarkan ke swasta dengan istilahnya _*win-win solution_* tentu akan banyak investor yang berminat. Tidak hanya investor lokal Surabaya, tapi juga investor nasional dari Jakarta, bahkan investor internasional akan banyak yang meliriknya. Karena posisi Pasar Tunjungan ini sangat strategis dan berada di pusat kota.
Meski kondisi Pasar Tunjungan cukup memprihatinkan, tapi kalau dijual, Alfian mengaku _*eman_* . Namun, kalau dikerjasamakan dengan pihak swasta dimana Pemkot Surabaya tetap punya saham terbesar, 51 persen, why not_*? “Pemkot yang punya, tapi untuk manajemen dikelola swasta. Dari situ sebenarnya PD Pasar bisa belajar untuk transformasi ilmu. Sehingga bisa tahu mengelola pasar moderen itu seperti apa,” ungkap dia.
Ke depan, Alfian berharap PD Pasar bisa membuat perencanaan, berapa banyak pasar yang ada yang mau ditransformasikan menjadi pasar moderen.
Untuk revitalisasi Pasar Tunjungan, butuh anggaran berapa? Alfian menjelaskan, kalau melihat kondisi Pasar Tunjungan yang sudah tak layak untuk ditempati. Bahkan, kalau sekarang mau ditempati harus diperiksa dulu konstruksinya, tentu anggarannya bisa triliunan. Jika toh harus direvitalisasi seperti apa modelnya.
“Kalau saya pribadi punya impian, Pasar Tunjungan mengarah seperti Pasar Benhil, ada huniannya di atas. Entah itu dibuat apartemen atau apartemen bersubsidi seperti rusunawa dengan model apartemen. Ini akan sangat membantu masyarakat Surabaya. Apalagi antrean untuk mendapatkan rusunawa mencapai 11 ribu, ” jelas dia.
Soal isu Pasar Tunjungan akan dibeli investor dan selanjutnya dibangun mal dan dihubungkan jembatan di atas dengan Tunjungan Plasa, Alfian mengaku masih belum mendengar kabar tersebut.
Tapi melihat posisinya yang sangat strategis dan itu ada kejelasan, ada _*win-win solution_*, pihak swasta atau investor pasti antre.
“Tinggal Pemkot cari penawaran yang bagus, ” pungkas dia. KBID-BE
