
KAMPUNGBERITA.ID-Kelompok KKN BBK 2 Universitas Airlangga (Unair) yang melaksanakan program kerja di bidang ekonomi menggelar diskusi dengan tema “Sosialisasi Pengelolaan BUMDes”.
Pada kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Kedayunan, Minggu (30/7/2023) siang, mengundang narasumber Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Yatman dan Tim Marketing Desa Wisata Tamansari, Zulfan, serta dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Izzato Millati, S.IP, M.IP, Sekretaris Desa Kedayunan Habib, Perwakilan Kelompok Tani Desa Kedayunan, Harsono,
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Kedayunan.
Ketua BUMDes Tamansari, Yatman, yang menjadi pemateri pertama menyampaikan, bahwa BUMDes merupakan program kerja pemerintah, di mana suatu desa memiliki satu BUMDes.
Dia menjelaskan, potensi-potensi yang bisa dikembangkan di Desa Kedayunan, yang mana BUMDes tidak selalu harus berupa desa wisata. Tapi apapun yang berpotensi dan berpeluang untuk dikelola bersama sehingga nilai kebermanfaatannya tidak hanya dirasakan oleh desa, tetapi juga masyarakatnya.
“Potensi yang mungkin bisa dikembangkan di Desa Kedayunan, seperti adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH), kolam pemandian, jalan raya antar provinsi, dan sebagainya,” kata dia.
Menurut Yatman, peran perangkat desa dan seluruh komponen masyarakat diperlukan untuk dapat berdiskusi dan bersinergi guna mengembangkan potensi yang dimiliki desa tersebut.

Dia mencontohkan, Desa
Tamansari sendiri telah menjadi desa wisata yang memiliki 10 unit usaha yang dikelola BUMDes Ijen Lestari.
“BUMDes Tamansari memanfaatkan potensi alam yang ada di tujuh dusun untuk dikelola bersama dan banyak berkolaborasi dengan pihak eksternal sehingga menjadi desa wisata yang sukses, ” ungkap dia.
Dengan upaya dan kerja keras, Desa Tamansari berhasil mengukuhkan diri menjadi desa wisata populer yang kini disebut Dewitari (Desa Wisata Tamansari). Bahkan, Desa Wisata Tamansari berhasil menjadi juara pertama kategori digital dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.
Sementara Zulfan, tim marketing BUMDes Tamansari menjelaskan, Desa Tamansari lewat BUMDes membuat promosi dengan memanfaatkan teknologi informasi atau media sosial (medsos) untuk memperkenalkan Desa Tamansari menjadi desa wisata.
Untuk itu, dia mengajak generasi muda Desa Kedayunan untuk saling bekerjasama dan berkolaborasi guna menuangkan ide-idenya dalam upaya mengembangkan potensi yang dimiliki BUMDes Kedayunan.
“Saya melihat Desa Kedayunan ini banyak memiliki potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa, “tandas Zulfan.
Perwakilan Kelompok Tani (Poktan) Desa Kedayunan, Harsono menyampaikan produk-produk yang telah dikelola oleh anggota poktan. Seperti kompos, sabun dari kulit buah dan lainnya.
Dia mengaku senang adanya kegiatan (diskusi) seperti ini dan bisa tatap muka dengan pemuda-pemudi Desa Kedayunan. Menurut dia, kegiatan seperti ini menjadi jembatan diskusi untuk sama-sama mengembangkan produk-produk hasil kelompok tani dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Kedayunan, terkait pengolahan limbah.
“Kami (kelompok tani) sangat terbuka untuk para pemuda-pemudi Desa Kedayunan yang ingin berkunjung maupun belajar di basecamp tani bagaimana mengelola limbah organik, ” tegas dia

Nira, penanggung jawab program kerja bidang ekonomi ini berharap melalui sosialisasi yang mengundang pembicara dari BUMDes Tamansari dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi Desa Kedayunan, terutama untuk pengembangan potensinya yang ada di wilayahnya.
Dia juga mengajak para pemuda-pemudi Desa Kedayunan untuk berkontribusi dan berperan aktif dalam memajukan desa.
“Saya melihat BUMDes sangat berperan dalam peningkatan perekonomian masyarakat desa, “pungkas dia. KBID-BE
