Pelaku Penusukan di Bypass Juanda saat Balap Liar Diringkus

Ilustrasi apahabar.com.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Kasus penusukan di Jl bypass juanda yang menewaskan Jerry Chris Biantoro (30) warga Petemon Surabaya akhirnya terbongkar. Kemarin (6/7), Polresta akhirnya berhasil meringkus tiga pelaku kejahatan tersebut. Ketiganya masih berusia muda.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Ambuka Yudha Hardi Putra membenarkan penangkapan tersebut. Pelaku kini ditahan. “Masih pemeriksaan,” ucapnya.

Selang insiden penusukan, Polresta segera bertindak cepat. Membentuk tim gabungan. Tugasnya melakukan penyelidikan serta memburu pelaku.

Tim tersebut beranggotakan unit Resmob Polresta Sidoarjo serta Reskrim Polsek Sedati. Selama tiga hari, petugas turun di lapangan. Menemukan petunjuk keberadaan pelaku.

Tim mengumpulkan sejumlah bukti. Mulai dari keterangan saksi mata. Sebanyak empat saksi diperiksa. Langkah lain menggelar olah TKP. Hasilnya, kejahatan tersebut dilakukan oleh tiga pelaku.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji langsung meminta tim memetakan keberadaan pelaku. Dari informasi yang dihimpun, empat penjahat itu menyebar. “Di Surabaya dan Sidoarjo,” ucapnya singkat.

Petugas disebar. Untuk mengintai pelaku. Sembari menunggu waktu yang tepat. Menyergap bandit tersebut.

Nah, malam kemarin, kesempatan itu muncul. Saat itu, dua pelaku asal Surabaya bertemu. Mereka dibuntuti polisi. “Langsung ditangkap tanpa perlawanan,” jelas Sumardji.

Sama halnya dengan dua penjahat yang bermukim di Sidoarjo. Keduanya ditangkap saat hendak keluar rumah. “Empat pelaku kami tahan,” tegasnya.

Sumardji enggan membeberkan identitas komplotan penjahat itu. Sebab, sampai hari ini, petugas masih melakukan pemeriksaan. Satu per satu pelaku dicecar pertanyaan.

Alhasil, empat pemuda yang tertangkap itu mengakui. Mereka menghabisi nyawa Jerry saat menonton balap liar di Desa Semampir, Sedati. Dengan cara ditusuk di bagian dada sebelah kiri.

Lantas apa motif di balik penusukan itu? Sumardji menyatakan, aksi keji pelaku sebenarnya disebabkan persoalan sepele. Yaitu persaingan antar kelompok balap liar. Mereka saling bersaing. Menjadi yang terbaik. “Akhirnya menimbulkan permusuhan,” pungkas Sumardji. KBID-TUR